free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Harumkan Nama Indonesia, Hafizah Cilik Asal Malang Aisyah Ar-Rumy Juara 2 di Dubai International Holy Qur'an Award 2026

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

04 - Mar - 2026, 17:19

Placeholder
Hafizah cilik asal Malang, Aisyah Ar-Rumy, yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Dubai International Holy Qur'an Award 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

JATIMTIMES - Hafizah cilik asal Malang Aisyah Ar-Rumy yang merupakan siswi kelas 4 di SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah, Desa Arikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, berhasil meraih juara dua di ajang Dubai International Holy Qur'an Award 2026. 

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh ayah Aisyah, yakni Muhammad Qowiyul Huda. Ia mengaku bersyukur atas keberhasilan Aisyah mengharumkan nama Malang dan Indonesia di dunia internasional, khususnya dalam bidang ilmu tahfid Al-Qur'an. 

Baca Juga : Kapan Membaca Qunut setelah Tarawih? Ini Jadwal dan Penjelasan Lengkapnya

"Alhamdulillah semua karena karunia Allah Subhanahuwata'ala, Aisyah berhasil jadi juara dua dalam ajang Dubai International Holy Qur'an Award 2026," ungkap Huda, Rabu (4/3/2026). 

Ia menyampaikan,  sebelumnya gelaran Dubai International Holy Qur'an Award 2026 bakal digelar dengan mengundang ribuan orang. Tetapi dikarenakan adanya peristiwa saling serang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran membuat gelaran Dubai International Holy Qur'an Award 2026 harus digelar secara tertutup di kediaman Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. 

"Acara kemarin berlangsung di kediaman Syekh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum. Karena dengan kondisi sekarang tidak memungkinkan membuat acara berskala besar yang harusnya dihadiri sekitar 5.000 undangan dari berbagai negara," ungkap Huda. 

Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh kepada Aisyah dalam berkompetisi di Dubai International Holy Qur'an Award 2026. "Terima kasih banyak atas doa dan supportnya untuk Aisyah, barokallahufik," ucap Huda. 

Lebih lanjut, saat ini Aisyah bersama keluarga dan guru pembimbing dari SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah berada di sebuah tempat yang masuk dalam zona aman dari peperangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Saat ini Aisyah bersama keluarga dan guru pembimbing belum bisa pulang ke Indonesia. 

"Ini masih menunggu kondisi benar-benar aman dan l bandara juga belum beroperasi normal. Mohon doanya semoga bisa cepat kembali ke Indonesia," kata Huda. 

Sementara itu, dalam akun instagram pribadinya @aisyah_hafizind , Aisyah menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kesempatan untuk mengikuti Dubai International Holy Qur'an Award 2026. 

"Aku sangat bahagia, aku gembira telah meraih juara kedua di acara Dubai International Holy Qur’an Award," kata Aisyah. 

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum dan pihak panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan Dubai International Holy Qur'an Award 2026. 

Baca Juga : Idul Fitri dan Nyepi Berdekatan, Terminal Arjosari Waspadai Puncak Mudik 17 dan 20 Maret 2026

"Terima kasih kepada ayah dan ibuku, kepada sekolahku dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendoakanku," kata Aisyah. 

Aisyah mengaku, meskipun usianya masih 10 tahun dan terbilang masih anak-anak, tetapi dirinya akan terus mencintai Al-Qur'an dan akan terus menghafal Al-Qur'an. "Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga bersama para nabi dan Ahlul Qur'an," tandas Aisyah. 

Sebagai informasi, Aisyah merupakan siswi kelas empat di SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang telah memiliki hafalan 26 juz Al-Qur'an. Setiap harinya Aisyah murojaah tiga sampai lima juz. 

Aisyah juga merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholilah yang lahir di Malang 19 November 2016. Ia juga merupakan cucu pengusaha asal Malang yakni H Saguanto. 

Keberangkatan Aisyah menuju Dubai dilepas langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi di Masjid Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah bersama jajaran kepala perangkat daerah serta Forkopimcam Pakis pada Rabu (18/2/2026). Dalam prosesi pelepasan itu, Bupati Sanusi memberikan uang saku sebesar Rp 32 juta untuk Aisyah. 

Untuk diketahui, perjalanan Aisyah untuk masuk ke babak final cukup panjang. Aisyah harus berkompetisi dengan 5.618 pendaftar dari 105 negara. Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, tersaring 525 peserta yang lolos ke babak selanjutnya. Setelah dilakukan penilaian lanjutan secara bertahap, akhirnya ditetapkan enam orang finalis. Tiga peserta pada kategori laki-laki dan tiga peserta pada kategori perempuan. 

Untuk tiga besar kategori peserta laki-laki ada Abdullah Faisal Al- Buti berusia 14 tahun dari Kuwait, Karrar Layt Saad berusia 11 tahun dari Iraq dan Omar Aly Awad berusia 12 tahun dari Mesir. Sedangkan untuk tiga besar kategori peserta perempuan ada Aisyah Ar-Rumy berusia 10 tahun dari Indonesia; Jana Ehab Ramadan berusia 15 tahun dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhalak berusia 15 tahun dari Suriah. 


Topik

Peristiwa Hafizah cilik asal Malang Aisyah Ar-Rumy Dubai International Holy Qur'an Award 2026 juara 2



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa