JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pengawasan distribusi dan harga bahan pokok di wilayah Kota Malang kian diperketat. Tim Satgas Pangan Polresta Malang Kota intens melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, toko ritel modern, hingga distributor untuk memastikan stok tetap aman dan tidak terjadi praktik penimbunan.
Kepala Satgas Pangan Polresta Malang Kota yang juga Kasat Reskrim, AKP Rahmad Aji Prabowo, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara berkala dan menyasar seluruh rantai distribusi. Bahkan setiap pekannya turun untuk memastikan ketersediaan aman.
Baca Juga : Rahasia Bahagia Saat Berbuka, Wakil Rektor Unisma Beberkan Sunah Berbuka yang Penuh Keberkahan
“Setiap pekan kami turun langsung ke pasar, toko, sampai distributor. Kami pastikan ketersediaan aman dan tidak ada pihak yang mencoba menahan barang untuk memainkan harga. Kalau masyarakat menemukan indikasi penimbunan, silakan segera lapor,” ungkap Aji, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, sejak awal Ramadan hingga memasuki awal Maret, pihaknya belum menerima laporan serta praktik penimbunan. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah potensi pelanggaran menjelang puncak kebutuhan Lebaran.
“Biasanya kalau ada indikasi penimbunan, polanya sudah terlihat sejak awal Ramadan. Sampai saat ini belum ada temuan, tetapi kami tidak akan lengah,” imbuh Aji.
Aji memastikan, pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan penimbunan bahan pokok demi meraup keuntungan pribadi. Penindakan akan dilakukan sesuai mekanisme hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain melakukan sidak, Satgas Pangan juga terus berkoordinasi dengan Pemkot Malang untuk menutup celah terjadinya praktik curang di sektor distribusi pangan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Baca Juga : PT Bank Central Asia Tbk Siapkan Rp 65,7 Triliun! Ini Cara Tukar Uang Baru di BCA untuk Lebaran 2026
Dari hasil pemantauan terbaru, lanjut Aji cabai rawit menjadi komoditas yang paling diwaspadai karena harganya berpotensi kembali merangkak naik. Faktor cuaca menjadi penyebab utama.
“Curah hujan yang masih tinggi membuat cabai cepat rusak. Pasokan berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga terdorong naik,” jelas Aji.
Satgas Pangan memastikan akan terus melakukan monitoring secara berkelanjutan guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar hingga momen Lebaran tiba.
