JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, pada periode awal Maret 2026, sedikitnya telah terjadi puluhan bencana yang disebabkan faktor cuaca ekstrem. Dampaknya, 79 rumah warga di sejumlah titik dilaporkan rusak.
"Pada awal Maret (2026, red) terdapat 24 kejadian bencana hidrometeorologi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Terjang Situbondo, Pohon Tumbang dan Banjir Luapan Sungai Terjadi di Sejumlah Kecamatan
Puluhan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang tersebut didominasi oleh kejadian bencana longsor. "Ada 10 bencana tanah longsor," imbuhnya.
Selain longsor, deretan sejumlah bencana lainnya juga marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Yakni mulai dari bencana banjir hingga bencana yang dipicu karena cuaca ekstrem. "Banjir ada tiga kejadian, kemudian delapan kejadian cuaca ekstrem serta tiga peristiwa pohon tumbang," bebernya.
Pada bencana banjir tersebut, dilaporkan ada 10 rumah yang tergenang. Selain itu, sejumlah rumah dilaporkan rusak akibat terdampak bencana. "Sebanyak 79 rumah rusak akibat terdampak bencana hidrometeorologi," imbuhnya.
Tidak hanya menggenangi dan merusak puluhan rumah, sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Malang tersebut juga turut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum (fasilitas umum) hingga infrastruktur rusak.
"Satu infrastruktur dan tiga fasum rusak akibat terdampak bencana. Selain itu, sejumlah akses jalan terhambat akibat terdampak bencana," ujarnya.
Data BPBD Kabupaten Malang menyebutkan, sebanyak 24 kejadian bencana hidrometeorologi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni meliputi Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang, Singosari, Kepanjen, Tajinan, Pakis, hingga Poncokusumo.
"Kasembon menjadi wilayah yang paling banyak terdampak bencana hidrometeorologi," ungkapnya.
Perlu diketahui, sejumlah bencana hidrometeorologi yang disampaikan Sadono tersebut terhitung sejak awal Maret 2026. Yakni mulai tanggal 1 hingga 4 Maret 2026.
Sehingga dimungkinkan jumlahnya masih berpotensi bertambah. Mengingat empat hari belakangan ini juga marak terjadi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Segera laporkan kepada pihak terkait jika mengetahui potensi maupun kejadian bencana," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga telah menyalurkan beragam bantuan kepada para warga terdampak bencana. Bantuan dari pemerintah tersebut juga turut disalurkan langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi.
"Bantuan tersebut meliputi paket sembako, selimut, terpal, family kids dan beberapa bantuan lainnya. Kami berharap bantuan yang telah diserahkan bisa langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup," pungkas Bupati Sanusi.
