free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Bencana Hidrometeorologi Rusak 79 Rumah di Kabupaten Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

08 - Mar - 2026, 14:09

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi (paling depan) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dan sejumlah pihak terkait saat meninjau penanggulangan bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, pada periode awal Maret 2026, sedikitnya telah terjadi puluhan bencana yang  disebabkan  faktor cuaca ekstrem. Dampaknya, 79 rumah warga di sejumlah titik dilaporkan  rusak.

"Pada awal Maret (2026, red) terdapat 24 kejadian bencana hidrometeorologi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Terjang Situbondo, Pohon Tumbang dan Banjir Luapan Sungai Terjadi di Sejumlah Kecamatan

Puluhan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang tersebut didominasi oleh kejadian bencana longsor. "Ada 10  bencana tanah longsor," imbuhnya.

Selain longsor, deretan sejumlah bencana lainnya juga marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Yakni mulai dari bencana banjir hingga bencana yang dipicu karena cuaca ekstrem. "Banjir ada tiga kejadian, kemudian delapan kejadian cuaca ekstrem serta tiga peristiwa pohon tumbang," bebernya.

Pada bencana banjir tersebut, dilaporkan ada 10 rumah yang tergenang. Selain itu, sejumlah rumah dilaporkan rusak akibat terdampak bencana. "Sebanyak 79 rumah rusak akibat terdampak bencana hidrometeorologi," imbuhnya.

Tidak hanya menggenangi dan merusak puluhan rumah, sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Malang tersebut juga turut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum (fasilitas umum) hingga infrastruktur rusak.

"Satu infrastruktur dan tiga fasum rusak akibat terdampak bencana. Selain itu, sejumlah akses jalan  terhambat akibat terdampak bencana," ujarnya.

Data BPBD Kabupaten Malang menyebutkan, sebanyak 24 kejadian bencana hidrometeorologi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni meliputi Kecamatan Kasembon, Ngantang, Pujon, Lawang, Singosari, Kepanjen, Tajinan, Pakis, hingga Poncokusumo.

"Kasembon menjadi wilayah yang paling banyak terdampak bencana hidrometeorologi," ungkapnya.

Baca Juga : Mengenal Kanker Ginjal yang Diidap Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Penyakit yang Sering Tak Bergejala di Awal

Perlu diketahui, sejumlah bencana hidrometeorologi yang disampaikan Sadono tersebut terhitung sejak awal Maret 2026. Yakni mulai tanggal 1 hingga 4 Maret 2026.

Sehingga dimungkinkan jumlahnya masih berpotensi bertambah. Mengingat empat hari belakangan ini juga marak terjadi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Segera laporkan kepada pihak terkait jika mengetahui potensi maupun kejadian bencana," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga telah menyalurkan beragam bantuan kepada para warga terdampak bencana. Bantuan dari pemerintah tersebut juga turut disalurkan langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi.

"Bantuan tersebut meliputi paket sembako, selimut, terpal, family kids dan beberapa bantuan lainnya. Kami berharap bantuan yang telah diserahkan bisa langsung dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup," pungkas Bupati Sanusi.


Topik

Peristiwa Bencana hidrometeorologi Kabupaten Malang cuaca ekstrem



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy