JATIMTIMES - Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sejumlah pohon tumbang dan banjir luapan sungai terjadi di beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat, dampak cuaca ekstrem tersebut terjadi di sembilan kecamatan. Masing-masing Kecamatan Jatibanteng, Bungatan, Panji, Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Kendit, Suboh dan Kecamatan Situbondo.
Baca Juga : 136 Koperasi Desa Merah Putih di Situbondo Belum Beroperasi, Berikut Kendalanya
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo Timbul Surjanto melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Situbondo Puriyono mengatakan, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat memicu sejumlah pohon tumbang serta banjir akibat luapan sungai di beberapa titik.
“Angin kencang disertai hujan lebat terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dampaknya ada pohon tumbang yang menimpa rumah warga maupun menutup akses jalan, serta banjir luapan sungai di beberapa wilayah,” ujar Puriyono, Minggu (8/3/2026) saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Di Kecamatan Situbondo, pohon mangga dilaporkan tumbang dan merusak bagian atap rumah milik Elsa yang berada di Jalan Anggrek 52, Kelurahan Patokan. Selain itu, pohon tumbang menimpa sebuah warung dan sempat menghalangi akses jalan di Jalan KH Mawardi, tepatnya di dekat SDN 2 Dawuhan.
Beberapa pohon tumbang lainnya juga dilaporkan terjadi di kawasan Lugundang Barat serta di area Burnik City Dawuan Parse. Petugas bersama warga setempat segera melakukan pembersihan agar jalur lalu lintas kembali normal.
Sementara di Kecamatan Panji, pohon tumbang menimpa rumah milik Muhammad Taufik yang berada di Dusun Barat, Desa Curah Jeru. Akibat kejadian tersebut, bagian rumah mengalami kerusakan meskipun tidak menimbulkan korban.
Di Kecamatan Banyuglugur, sedikitnya empat pohon dilaporkan tumbang dan menutup jalan desa di wilayah Desa Kalianget. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas warga sebelum akhirnya dilakukan penanganan oleh petugas.
Selain itu, hujan deras memicu banjir luapan sungai di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Banyuglugur, genangan air dilaporkan terjadi di Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur.
Banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Besuki, yakni Desa Besuki, Kalimas, Bloro dan Desa Pesisir. Sementara di Kecamatan Jatibanteng, luapan sungai terjadi di Kampung Krajan Desa Jatibanteng serta Desa Wringin Anom.
Baca Juga : 3 Wilayah di Jatim Dilanda Angin Kencang, Sumenep Tembus 53 Km/Jam
Genangan air juga dilaporkan terjadi di Desa Selomukti dan Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan. Selain itu, banjir melanda Desa Bungatan di Kecamatan Bungatan serta Desa Klatakan dan Desa Kendit di Kecamatan Kendit.
Puriyono memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Meski demikian, BPBD masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang terjadi.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini petugas masih melakukan asesmen dan pendataan terhadap kerusakan serta dampak yang ditimbulkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo bersama anggota Pusdalops langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan pohon tumbang serta melakukan kaji cepat terhadap dampak bencana.
BPBD Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo dalam beberapa waktu ke depan.
