JATIMTIMES - Sejumlah rumah warga di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tergenang banjir luapan, Rabu (11/2/2026). Banjir dipicu karena tanggul saluran irigasi jebol saat diguyur hujan lebat, sehingga air meluap dan menggenangi beberapa rumah warga hingga nyaris mencapai setengah meter.
Personel gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Muspika Singosari, para relawan, hingga perangkat desa serta masyarakat setempat kemudian diterjunkan guna melakukan penanganan pada peristiwa banjir luapan tersebut.
Baca Juga : Kota Batu Masih Waspada Bencana, BMKG Sampaikan Peringatan Lanjutan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 20 Februari
"Hujan dengan intensitas deras di wilayah Singosari yang terjadi sejak Rabu (11/2/2026) siang mengakibatkan luapan air," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang Purwoto dalam laporannya yang dimuat JatimTIMES, Kamis (12/2/2026).
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Purwoto, luapan air saat hujan deras tersebut disebabkan karena tanggul saluran irigasi jebol. "Sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan dan beberapa rumah warga tergenang setinggi kurang lebih 40 sentimeter," tuturnya.
Purwoto menyebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Selain itu, banjir luapan juga dilaporkan tidak sampai menyebabkan kerugian secara material.
"Namun dampak dari banjir luapan mengakibatkan enam rumah warga tergenang air setinggi antara kurang lebih 20-40 sentimeter," ujarnya.
Data BPBD Kabupaten Malang mengungkapkan, enam rumah warga yang tergenang banjir luapan tersebut terjadi di kediaman Muhammad Zuhron, Rochimi, Kusman, Mulyono, Sofiyah, dan Djuwaric. Yakni dengan total warga yang terdampak sejumlah enam kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 14 orang jiwa.
Baca Juga : Warga Keluhkan Jalur Perlintasan KAI Cerme Jadi Langganan Macet
Sementara itu, pada Rabu (11/2/2026) malam, hujan lebat yang memicu jebolnya tanggul saluran irigasi dilaporkan telah reda. Meski demikian cuaca di lokasi saat itu dalam kondisi berawan sehingga berpotensi rawan terjadinya bencana susulan.
"Dari laporan terakhir, personel gabungan masih melaksanakan pembersihan akibat dampak dari adanya banjir luapan tersebut," pungkas Purwoto.
