Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Ancaman Bencana Ekologis Mengintai Hulu DAS Brantas, Konservasi Lingkungan Jadi Sorotan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Yunan Helmy

05 - Aug - 2026, 16:58

Placeholder
Wali Kota Batu Nurochman saat meninjau Destana Giripurno bersama BNPB, Rabu (5/8/2026).(Foto: Dokumen Istimewa)

JATIMTIMES – Kondisi geografis Kota Batu sebagai kawasan pegunungan memiliki peran vital sekaligus rentan terhadap ancaman krisis lingkungan. Berada di posisi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, keberlanjutan ekosistem di Kota Batu menjadi kunci utama kelangsungan hidup jutaan masyarakat di Jawa Timur.  

Isu pelestarian kawasan hulu ini menjadi sorotan serius seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu berbagai potensi bencana alam. Mulai dari cuaca ekstrem, ancaman kekeringan, tanah longsor, banjir, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.  

Baca Juga : Viral Presiden Prabowo Tulis Paper Agar MBG Raih Nobel Peace Prize, Diduga Pakai AI hingga Terlampir SPPD

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat peresmian TPS3R dan Destana Giripurno, Rabu (5/8/2026). Dikatakannya, menjaga ekosistem Kota Batu tidak bisa lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban menjaga batas wilayah administratif semata. Fungsi ekologisnya yang menyimpan cadangan air dan bentang hutan berdampak langsung hingga ke kawasan hilir.

"Menjaga Kota Batu sesungguhnya bukan hanya menjaga wilayah administratif, melainkan menjaga keberlanjutan ekosistem yang memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat," tegas Nurochman.

Pihaknya mengkritisi pola pembangunan daerah yang selama ini terlalu berorientasi pada aspek ekonomi tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan. Menurut dia, iklim pembangunan saat ini harus diubah secara fundamental agar lebih tanggap terhadap risiko bencana.  

"Pembangunan daerah pada masa kini tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi," katanya.  

Ia menambahkan, orientasi pembangunan Kota Batu ke depan wajib menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dengan daya adaptasi kawasan terhadap perubahan iklim.  

"Pembangunan juga harus memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi, mengurangi risiko, dan beradaptasi terhadap berbagai potensi bencana," imbuhnya.  

Guna meredam laju kerusakan lingkungan di kawasan hulu DAS Brantas, Pemkot Batu mendorong aksi nyata melalui investasi ekologis, salah satunya lewat gerakan penanaman pohon secara masif. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat daya serap air tanah sekaligus menjaga bentang alam pegunungan.  

Baca Juga : Marak Pencurian Kentang di Brakseng Kota Batu, Petani Terpaksa Jaga Lahan Setiap Malam

Selain itu, pendekatan berbasis masyarakat diperkuat agar kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada tataran wacana atau kegiatan seremoni semata.  

Sikap ini, lanjut Nurochman, sejalan dengan arah visi besar pembangunan mBatu SAE yang menempatkan keseimbangan lingkungan sebagai salah satu pilar utamanya.  

"Semangat inilah yang sejalan dengan visi pembangunan mBatu SAE, yaitu mewujudkan Kota Batu yang madani, berkelanjutan, agropolitan, dan ekologis," paparnya.  

Ia berharap seluruh elemen masyarakat beserta pemangku kepentingan lintas sektor dapat memiliki pandangan yang sama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hulu demi keselamatan generasi mendatang.


Topik

Lingkungan Kota Batu hulu DAS Brantas Pemkot Batu Sungai Brantas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy