JATIMTIMES - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang menerapkan adab ihsan penyembelihan 35 hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah - 2026 Masehi. Metode khusus yang diterapkan kepada hewan kurban tersebut terbukti membuat sapi menjadi tenang, sekaligus dapat meminimalisasi risiko hewan tersiksa saat proses penyembelihan.
Tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai ketentuan adab ihsan tersebut meliputi sejumlah aspek. Yakni mulai dari lokasi kandang dan penyembelihan yang dipisah, pisau yang sangat tajam untuk mengurangi dampak hewan tersiksa, hingga alat khusus yang digunakan untuk merobohkan sapi.
Baca Juga : MPM Honda Jatim Konsisten Berbagi Hewan Kurban, Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha
Dari pantauan JatimTIMES, alat khusus yang digunakan untuk merobohkan sapi tersebut terbuat dari kandang besi yang kokoh. Setelah masuk ke dalam kandang khusus tersebut, sapi kemudian diikat dengan cara yang lembut menggunakan tali sling pada salah satu sisi dinding kandang. Sehingga badan sapi tidak mudah bergeser sebelum kemudian empat kakinya di ikat dengan metode simpul tali.
Proses tersebut terbilang efektif. Bahkan juga bisa dilakukan dengan jumlah orang yang sedikit. Namun prosesnya tetap berlangsung cepat sehingga tidak menjadikan sapi merasa panik.
Setelah terikat dengan sempurna tanpa menyiksa, proses selanjutnya ialah membawa sapi kurban ke lokasi penyembelihan yang terpisah dengan kandangnya. Uniknya, pemindahan hewan kurban tersebut dilakukan selayaknya manusia yang dibawa masuk ke ruang operasi. Yakni dengan cara didorong pada posisi sapi yang telah terbaring di dinding kandang khusus yang terdapat rodanya tersebut.
Proses penyembelihan juga diiringi doa dan gema takbir. Sedangkan pisau yang digunakan sangat tajam sehingga hanya memerlukan sekali sayatan.
Praktis, serangkaian agenda penyembelihan lima ekor sapi dan 15 ekor kambing kurban yang dimulai Kamis (28/5/2026) pagi tersebut telah selesai. Bahkan proses distribusi yang berlangsung hingga sore tadi juga telah dirampungkan.
"Kami tahun ini menggunakan metode khusus untuk merobohkan sapi. Harapannya itu menjadi lebih memudahkan dalam proses merobohkan, sekaligus memberikan ketenangan pada hewan sapi kurban," ujar Kepala MAN 2 Kota Malang Dr H Samsudin MPd.
Sebagaimana yang telah dijabarkan sebelumnya, menurut Samsudin, sapi yang telah dirobohkan menggunakan alat khusus tersebut menjadikan hewan kurban lebih tenang saat hendak disembelih.
"Setelah diikat dengan alat itu, kemudian dirobohkan. Insya Allah sapi sudah tidak lagi berdiri, kemudian bangun, dirobohkan lagi, bangun lagi, tidak demikian. Jadi, sekali di ikat, bisa langsung siap untuk disembelih. Dengan peralatan ini memudahkan untuk mempersiapkan sapi disembelih dengan tenang," ungkapnya.
Samsudin menyebut, metode merobohkan hewan kurban menggunakan alat khusus tersebut merupakan upaya MAN 2 Kota Malang untuk menerapkan adab ihsan. "Metode penyembelihan salah satunya memang ihsan ya. Jadi, penyembelihan itu harus dengan cara yang terbaik," ujarnya.
Tata cara penyembelihan hewan kurban pakai adab ihsan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya seperti yang dilakukan MAN 2 Kota Malang, yakni pakai alat khusus untuk merobohkan sapi dengan tenang dan lebih mudah.
Baca Juga : Gerakan Minum Jamu Bersama di FSTem UB Jadi Upaya Lestarikan Herbal Tradisional Nusantara
"Kemudian yang menyembelih dengan peralatan yang memang tajam. Tadi bisa di lihat bahwa sekali geser (disembelih pakai pisau belati, red), sudah langsung sesuai dengan syariat," ujarnya.
Kemudian kriteria selanjutnya, penyembelihan kurban merupakan bagian dari ibadah. Sehingga harus diawali dengan doa, termasuk diiringi seterusnya dengan doa maupun gema takbir selama penyembelihan berlangsung.
"Itulah cara ihsan, supaya hewan kurbannya juga tidak tersiksa ketika mau disembelih. Termasuk ketika disembelih juga harus berjalan dengan baik," imbuhnya.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, penyembelihan sekaligus penyaluran hewan kurban MAN 2 Kota Malang tersebut berlangsung selama dua hari. Yakni dimulai pada Rabu (27/5/2026) kemarin, dan hari ini, Kamis (28/5/2026).
Hari ini ada lima sapi dan kemarin ada dua sapi yang disembelih. Kemudian hewan kurban berupa kambing yang hari ini disembelih ada 15 ekor. Sedangkan kemarin ada 13 ekor. Jadi, totalnya ada 35 hewan kurban yang telah disembelih maupun didistribusikan.
"Sebelum penyembelihan sudah diberikan penguatan pada anak-anak, bahwa yang menjadi persyaratan untuk hewan kurban, hingga proses penyembelihannya seperti apa, itu sudah disampaikan. Sehingga anak-anak (siswa-siswi) yang sekarang kumpul ini merupakan tarbiyah, pembelajaran bagi mereka," ujar Samsudin.
Pembelajaran bagi para pelajar MAN 2 Kota Malang tersebut, berlangsung sejak awal hingga akhir. Yakni mulai dari proses sebelum maupun ketika penyembelihan, hingga pendistribusian.
"Sehingga tidak hanya melihat, tapi bersama-sama. Bagaimana mereka belajar untuk memegang dan merobohkan kambing, sampai dipotong untuk di distribusikan. Kegiatan ini merupakan pembelajaran, sehingga anak didik kami juga hadir bersama-sama dengan bapak-ibu guru, tenaga pendidik, dan sebagainya," pungkasnya.
