Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kejar Predikat WBK, MTsN 2 Kota Malang Fokus Benahi Evidence dan Layanan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

10 - May - 2026, 20:13

Placeholder
GTK MTsN 2 Kota Malang mengikuti Synergy Summit penguatan Zona Integritas dan Agen Perubahan menuju WBK 2026 di Mini Hall MAN 2 Kota Malang (ist)

JATIMTIMES - Perjalanan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang menuju predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) belum sepenuhnya mulus. Setelah gagal pada penilaian awal di tahun pertama dan hanya mampu lolos dengan sejumlah catatan evaluasi pada tahun kedua, madrasah tersebut kini menghadapi tantangan besar untuk menembus tahap Tim Penilai Internal (TPI) pada 2026.

Situasi itu menjadi fokus utama dalam Synergy Summit Telaah Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Pemantapan Agen Perubahan Tahun 2026 yang digelar bersama MAN 2 Kota Malang di Mini Hall MAN 2 Kota Malang, Sabtu (9/5/2026). Forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang evaluasi atas berbagai kelemahan administrasi, pelayanan publik, hingga penguatan budaya kerja yang masih menjadi pekerjaan rumah madrasah.

2

Khoirul Anam, S.Sos., M.M, salah satu Tenaga Kependidikan (Tendik) MTsN 2 kota Malang, dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa pembangunan Zona Integritas di MTsN 2 Kota Malang telah memasuki tahun ketiga dengan hasil yang belum maksimal.

Baca Juga : Tiga Ratus Peserta Tampil Dalam Kejurkab Taekwondo Banyuwangi 2026

“Tahun pertama belum lolos pada tahap penilaian awal. Tahun kedua berhasil lolos, tetapi masih banyak catatan evaluasi yang harus diperbaiki. Tahun ini targetnya bisa menembus TPI,” ujarnya.

Catatan evaluasi tersebut menjadi sorotan serius pihak madrasah. Ketua Tim Penjamin Mutu (TPM) Muslimin, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya pada penyusunan dokumen, tetapi juga konsistensi tindak lanjut terhadap evaluasi yang selama ini diberikan tim penilai.

“Kami berharap seluruh tim mampu menyelesaikan proses submit tepat waktu sekaligus benar-benar melakukan pembenahan dari evaluasi sebelumnya,” kata Muslimin.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti, M.Pd. menilai tantangan pembangunan Zona Integritas sering kali terjebak pada pola administratif semata. Karena itu, ia menekankan bahwa penguatan pelayanan publik harus menjadi fokus utama, bukan sekadar memenuhi kelengkapan dokumen penilaian.

1

“Pembangunan Zona Integritas bukan proses instan yang selesai dalam semalam. Yang paling penting adalah penguatan sistem pelayanan dan budaya kerja yang benar-benar dirasakan stakeholder madrasah,” tegas Anita.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan evidence dalam setiap program, mulai dari dokumentasi kegiatan, daftar hadir, LKE, hingga Laporan Kinerja Jabatan (LKJ). Menurutnya, banyak lembaga gagal dalam penilaian bukan karena tidak memiliki program, melainkan lemahnya tata kelola administrasi dan kesinambungan implementasi.

Selain itu, optimalisasi website madrasah juga menjadi perhatian karena dianggap sebagai wajah pelayanan publik yang mencerminkan transparansi dan kualitas layanan lembaga pendidikan.

Dalam forum tersebut, MTsN 2 Kota Malang turut belajar dari pengalaman MAN 2 Kota Malang yang berhasil meraih predikat ZI WBK pada 2024 dan kini bersiap menuju ZI WBBM. Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. Samsudin, M.Pd. menyebut banyak satuan kerja kerap salah memahami pembangunan Zona Integritas sebagai program baru yang harus dibangun dari nol.

Baca Juga : Satpam Perumahan Tewas Ditusuk Maling di Kota Malang, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

“Padahal pembangunan ZI bisa dimulai dari program baik yang sudah dimiliki madrasah, lalu diperkuat dampaknya terhadap pelayanan publik,” ujar Dr. Samsudin, M.Pd.

Hal senada disampaikan Ady Siswanto, S.Pd. yang mendampingi perjalanan Zona Integritas MAN 2 Kota Malang sejak 2019. Ia menilai keberhasilan pembangunan ZI tidak cukup hanya mengandalkan pimpinan, tetapi membutuhkan budaya kerja kolektif yang terus dijaga.

“Keberhasilan Zona Integritas selalu berawal dari komitmen pimpinan, tetapi tidak akan berjalan tanpa kerja sama seluruh tim secara berkelanjutan,” ujar Ady Siswanto.

Menurutnya, agen perubahan juga tidak boleh berhenti pada simbol formalitas. Program yang dijalankan harus mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata dan terukur bagi warga madrasah.

Karena itu, pendampingan agen perubahan yang dipandu Wulaida Zuhriyana, S.Pd. diarahkan untuk memperkuat program-program yang memiliki keberlanjutan serta efek langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan.

Melalui evaluasi tersebut, MTsN 2 Kota Malang kini tidak hanya berupaya mengejar status WBK, tetapi juga menghadapi tantangan lebih besar, yakni membangun sistem pelayanan publik dan budaya integritas yang benar-benar berjalan di lingkungan madrasah.


Topik

Pendidikan mtsn 2 kota malang zona integritas predikat wbk wilayah bebas dari korupsi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri