free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Prediksi 2 Gelombang Mudik Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

08 - Mar - 2026, 17:09

Placeholder
ilustrasi lalu-lintas di Kota Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan meningkatkan kepadatan lalu lintas di Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bahkan memperkirakan akan terjadi dua gelombang pergerakan pemudik yang melintas maupun menuju Kota Malang.

Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, pola tersebut diperkirakan muncul karena adanya jeda waktu yang dipengaruhi perayaan Hari Nyepi di tengah masa arus mudik Lebaran.

Baca Juga : Bumiaji Dikepung Longsor: Plengsengan di Bulukerto Ambrol Tutup Jalan, Dua Rumah di Sumberbrantas Rusak

Menurutnya, gelombang pertama diprediksi terjadi pada 13 hingga 15 Maret 2026. Gelombang ini umumnya diisi oleh pemudik yang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan arus kendaraan.

Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Setelah jeda beberapa hari, pergerakan kendaraan diprediksi kembali meningkat menjelang puncak mudik Lebaran.

"Gelombang pertama ini bagi mereka yang berangkatnya lebih awal. Kemudian ada jeda sebelum gelombang kedua karena diprediksi ada Hari Nyepi di tengah-tengah. Jadi diperkirakan ada dua tahap kenaikan arus mudik," ujar Jaya sapaan akrabnya.

Seiring dengan meningkatnya arus kendaraan, sejumlah ruas jalan di Kota Malang diprediksi menjadi titik rawan kemacetan. Terutama jalan utama yang berfungsi sebagai jalur nasional maupun jalur provinsi.

Beberapa ruas yang dipetakan berpotensi padat antara lain Jalan Raden Intan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan Borobudur, hingga kawasan Simpang Dinoyo menuju Sengkaling.

Selain jalur utama, kepadatan juga diprediksi terjadi di kawasan pusat aktivitas masyarakat. Terutama di area pusat perdagangan, jasa, hingga pusat oleh-oleh yang biasanya ramai dikunjungi saat musim libur Lebaran.

Sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan antara lain kawasan Mall Olympic Garden (MOG), Pasar Besar Malang, Ramayana, Mator, hingga sentra oleh-oleh yang tersebar di beberapa titik di Kota Malang.

Jaya menjelaskan, Kota Malang tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga jalur perlintasan bagi pemudik yang menuju sejumlah daerah di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.

"Malang ini memang menjadi destinasi sekaligus jalur lintasan. Baik yang menuju Kota Batu, ke wilayah Kabupaten Malang, maupun yang menuju Blitar juga banyak yang melewati Kota Malang," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan, Dishub Kota Malang telah menyiapkan sejumlah titik pemantauan lalu lintas selama periode mudik Lebaran. Pengawasan tersebut dilakukan bersama Polresta Malang Kota.

Baca Juga : Longsor Terjang Kawasan Payung 3, Jalur Utama Batu-Pujon Sempat Lumpuh Tertutup Material Tanah

Beberapa lokasi yang direncanakan menjadi titik pemantauan di antaranya kawasan Malang Creative Center (MCC), Mitra, Alun-Alun Merdeka, hingga Stasiun Malang. Namun titik-titik tersebut masih bisa berubah mengikuti keputusan dari kepolisian.

"‎Nanti ada beberapa lokasi seperti di MCC, Mitra, Alun-Alun Merdeka, Stasiun Malang, dan mungkin ada pergeseran ke Polresta. Termasuk juga pengawasan di Exit Tol Madyopuro dan Karanglo," terangnya.

Selain itu, Dishub bersama pihak terkait juga menyiapkan sejumlah pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos pantau untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.

Secara keseluruhan terdapat tujuh pos yang akan disiagakan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Pos-pos tersebut akan menjadi pusat layanan bagi pemudik sekaligus titik koordinasi pengendalian lalu lintas.

Di samping itu, Dishub juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Artinya, pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara insidental menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.

"Dari tiga jenis pos itu jumlahnya ada tujuh pos. Lalu rekayasa lalu lintas sifatnya insidental dan situasional. Artinya tidak harus ditutup atau contraflow, semua menyesuaikan kondisi di lapangan," pungkasnya.

 


Topik

Peristiwa Mudik lebaran dishub kota malang widjaja saleh putra



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya