Meme 'Tuman' yang sempat viral belakangan ini di media sosial, dijadikan alat sosialisasi pengawasan pemilih umum 2019 di Kabupaten Jombang. Meme 'TUMAN' tersebut berbentuk stiker yang dibagikan ke masyarakat.
Stiker berukuran 10x5 sentimeter tersebut bertuliskan "Awas...!!! Jangan Terprovokasi Menyebar Kebencian Dan Berita Bohong (Hoaks) Untuk Pemilu 2019".
Tidak ketinggalan, meme 'TUMAN' juga tergambar dengan karikatur dua orang berkepala gundul, lengkap dengan tulisan TUMAN. Tidak hanya itu, di pojok kiri atas stiker juga terdapat logo dan tulisan Bawaslu Kabupaten Jombang.
Selain stiker dengan meme 'TUMAN', bahan sosialisasi juga dibagikan dalam bentuk brosur berisi ulasan pasal 280 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait larangan-larangan kampanye.
Pembagian brosur sosialisasi pemilu ini dilakukan oleh Forum Pengawas Pemilu se-kabupaten Jombang di traffic light simpang empat taman Kebonrojo, Kecamatan Jombang, pada Rabu (27/3) pagi.
Pantauan di lokasi, stiker sosialisasi dengan meme 'TUMAN' ini dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas. Stiker juga ditempelkan ke kaca-kaca mobil dan sepeda motor bagi yang berkenan untuk ditempeli.
Koordinator Forum Pengawas Pemilu se- Kabupaten, Sugeng Riyadi mengatakan, pembagian bahan sosialisasi berupa stiker dan brosur ini bertujuan untuk menangkal hoaks atau berita bohong yang kerap muncul di proses pemilu 2019 ini.
"Dalam brosur ini, supaya masyarakat tidak termakan kabar hoaks dan terganggu. Ini kita sosialisasikan, kita berikan kepada masyarakat," jelas Sugeng saat diwawancarai.
Sugeng menilai bahwa sosialisasi dengan cara sebar brosur dan penempelan ke pengguna jalan merupakan cara yang efisien dan tepat sasaran.
"Kalau stiker kan bisa ditempelkan, kalau brosur bisa dibaca dibawa pulang. Sasaran kita di jalan raya, baik di kecamtan kita lakukan juga di pasar," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Panwascam Gudo ini.
Sementara, sosialisasi yang dilakukan oleh Forum Pengawas Pemilu se-kabupaten Jombang dengan dihadiri anggota Panwascam dari 21 Kecamatan ini, mendapat respon positif dari masyarakat pengguna jalan.
Awaludin Susanto (36), salah satu pengguna jalan mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi dirinya karena bisa lebih memahami soal pemilu. "Ini tadi masyarakat bisa lebih mengetahui," pungkasnya.(*)
