KONI Kota Malang Pastikan Tata Kelola Transparan dan Prestasi Terus Meningkat

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

27 - Feb - 2026, 03:51

KONI Kota Malang (foto: dok JatimTIMES)

JATIMTIMES - Komitmen menjaga integritas dan profesionalisme kembali ditegaskan Ketua Umum KONI Kota Malang, Raden Djoni Sudjatmoko. Di tengah beredarnya informasi yang menyebut adanya final temuan pemeriksaan, Djoni memastikan kabar tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki sumber yang jelas.

“Tidak ada itu final temuan pemeriksaan seperti yang diberitakan, sumber beritanya nggak ada, itu berita bisa dikategorikan hoaks, berita-berita seperti itu di zaman ini harusnya sudah nggak ada lagi, kita kan harus bersama-sama membangun bangsa ini dengan baik sekarang dan untuk yang akan datang,” tegas Djoni kepada JatimTIMES, Jum'at (27/2/2026). 

Baca Juga : Kota Malang Masih Jadi Magnet Wisatawan, Arus Lalu Lintas Diprediksi Padat Saat H-3 dan H+3

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa KONI Kota Malang tetap berjalan pada koridor tata kelola yang akuntabel. Selama ini, pembinaan prestasi olahraga terus menunjukkan tren positif. Sinergi antara KONI dan seluruh cabang olahraga dinilai semakin solid, menghadirkan capaian yang membanggakan bagi Kota Malang dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data yang di kompulir media ini, grafik prestasi atau raihan medali yang didapatkan KONI Kota Malang terus meningkat pada penyelenggaraan Porprov. 

Sebagai contoh, pada ajang Porprov Jatim VII yang digelar di tahun 2022, kontingen Kota Malang mencatat prestasi kuat dengan menempati peringkat kedua dalam klasemen akhir, mengoleksi 70 medali emas, 67 medali perak, dan 72 medali perunggu. Jumlah total raihan medali ini menunjukkan kedalaman potensi atlet di berbagai cabang olahraga dan menjadi salah satu momentum kebangkitan olahraga Kota Malang di tingkat provinsi. 

Kemudian pada Porprov Jatim VIII yang digelar tahun 2023, Kota Malang semakin menunjukkan perkembangan prestasi. Kontingen berhasil memperbaiki angka medali emas menjadi 74 emas, dengan tambahan 52 perak dan 80 perunggu, membawa kontingen berada di peringkat ketiga klasemen akhir. Ini juga menjadi bukti peningkatan kapasitas kompetitif atlet dari berbagai disiplin olahraga. 

Terbaru, lampauan medali didapatkan KONI Kota Malang dan diklaim menjadi yang tertinggi dari penyelenggaraan Porprov sebelumnya. Pada Porprov Jatim IX tahun 2025, di mana kontingen mencatatkan capaian medali tertinggi sepanjang sejarah partisipasinya di Porprov. 

Berdasarkan data klasemen akhir, Kota Malang berhasil meraih 137 medali emas, 127 medali perak, dan 112 medali perunggu, serta menempati posisi runner-up klasemen umum. Jumlah total medali ini jauh melampaui edisi sebelumnya, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Prestasi KONI Kota Malang bersama cabor-cabornya dalam membina prestasi olahraga di Kota Malang dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang membanggakan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pemberitaan yang dimuat sinarpos.com menyebutkan bahwa KONI Kota Malang mengelola anggaran miliaran rupiah tersebut, Rp 400 juta lebih diantaranya tanpa dilengkapi bukti. 

Namun anehnya, Djoni mengaku tidak mendapatkan pesan singkat dalam bentuk SMS, WhatsApp dan telepon sama sekali terkait konfirmasi dari berita yang telah beredar tersebut. Bahkan, dalam berita tersebut juga tidak dilengkapi kutipan langsung dari lembaga seperti Inspektorat Kota Malang ataupun BPK. 

Baca Juga : Batas Akhir Aktivasi Rekening PIP 2025 Ditutup 28 Februari 2026, Jangan Sampai Dana Hangus

Dari siti, Djoni pun mengaku saat ini pihaknya tidak hanya fokus pada prestasi, pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian utama. Djoni menyampaikan bahwa pertanggungjawaban keuangan dilaksanakan secara transparan dan semakin baik berkat pembinaan yang konsisten dari Inspektorat Kota Malang serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Dan Alhamdulillah, pertanggungjawaban keuangan atas anggaran keuangan juga terlaksana dengan baik dan semakin baik, berkat pembinaan dari Inspektorat Kota Malang juga BPK,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap tahun anggaran, Inspektorat maupun BPK secara rutin melakukan pembinaan dan pemeriksaan keuangan. Terlebih, Pada tahun 2023 dan 2024, seluruh proses berjalan lancar dan setiap temuan langsung ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.

“Bahwa setiap tahun anggaran, pihak inspektorat juga BPK pasti turun melakukan pembinaan dan pemeriksaan keuangan KONI kota Malang. Alhamdulillah tahun 2023 dan 2024 clear, temuan-temuan yang ada langsung kita tindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

KONI Kota Malang menegaskan keterbukaan terhadap seluruh mekanisme audit sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi. Transparansi dan akuntabilitas dinilai bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pembinaan atlet berjalan optimal. “Kami sangat senang dan terbuka terhadap keseluruhan proses pemeriksaan rutin baik oleh inspektorat juga BPK,” pungkas Djoni.

Dengan semangat kolaboratif dan tata kelola yang terus diperbaiki, KONI Kota Malang optimistis dapat menjaga ritme peningkatan prestasi sekaligus menghadirkan pengelolaan organisasi yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab demi kemajuan olahraga di Kota Malang.