Veteran Jombang Siap Lupakan Hari Pahlawan

Reporter

Muhammad Syafi'i

Editor

Heryanto

21 - Aug - 2016, 07:16

Mayor Kavaleri, Purnawirawan Achmad Malikan, Ketua DPC LVRI Kabupaten Jombang. (Foto : Muhammad Syafi'i/JombangTIMES)

Ratusan pejuang RI yang dikenal dengan sebutan veteran di Kabupaten Jombang, pada 17 Agustus 2016 lalu, memilih tidak menghadiri upcara peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran RI (LVRI) Kabupaten Jombang, mengambil langkah boikot sebagai bentuk protes kepada Pemkab Jombang yang tidak memberikan tali asih kepada mereka. 

"Para veteran seharusnya mendapat bantuan tali asih setiap tanggal 17 Agustus. Di daerah lain semua (veteran) dapat (santunan), tapi di Jombang hanya dua orang. Akhirnya, kami tidak mau menerimanya," kata Mayor Kavaleri, Purnawirawan Achmad Malikan, Ketua DPC LVRI Kabupaten Jombang.

Selain tali asih, kata Achmad Malikan, organisasi yang menaungi para veteran Jombang juga tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos). "Kami juga tidak diberikan bansos untuk kegiatan para veteran," kata pejuang yang pensiun pada 2006 ini. 

Padahal, sebut Achmad Malikan, sesuai dengan Surat Mendagri Nomor. 220/506/SJ, tertanggal 16 Februari 2016, LVRI berkedudukan sama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang berhak mendapat bantuan sosial. 

Menanggapi sikap abai Pemerintah Daerah, tiga ratusan veteran Jombang, ungkap Achmad Malikan, juga bersiap untuk tidak menghadiri upacara kebangsaan yang akan digelar berikutnya, yakni upacara peringatan hari pahlawan. "Kami solid. Kalau Bupati tidak menghormati dan mempedulikan veteran, kami tidak akan hadir," tandasnya.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinasosnakertrans) Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto, mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan tugas untuk menyalurkan tali asih kepada para veteran. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini diakuinya memang tidak ada tali asih bagi para veteran.

"Pos anggaran ada di Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat). Tugas kami hanya menyalurkan. Kalau ada, menjadi tugas kami untuk menyalurkannya," kata Heru, Sabtu (20/8).

Anggaran tali asih untuk para veteran di Kabupaten Jombang, pada tahun ini sebenarnya sudah disiapkan. Tali asih bagi setiap veteran senilai Rp. 7 juta tersebut rencana disampaikan Pada 17 Agustus 2016.

Namun, kata Kepala Bagian Kesra Setkab Jombang, M Bisri, anggaran yang dipersiapkan tersebut tidak bisa direalisasikan karena terkendala regulasi dari pemerintah pusat. "Sebenarnya sudah kami persiapkan. Tapi karena terbentur aturan dari pusat, akhirnya tidak jadi dicairkan," ungkapnya. (*)