JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi menyebut produksi padi atau beras di Kabupaten Malang saat ini dalam kondisi surplus atau berlebih hingga 80 ton.
Sanusi menyampaikan bahwa surplus 80 ton itu merupakan wujud nyata dari Pemkab Malang dalam menyukseskan swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga : Lantik Pj Sekretaris Daerah, Bupati Tulungagung Tegaskan Mutasi Pejabat 100 Persen Tanpa Mahar
"Produktivitas padi Kabupaten Malang sebesar 480 ribu ton dan yang dipakai di Kabupaten Malang sebanyak 400 ribu ton. Jadi, ada surplus 80 ribu ton," ungkap Sanusi, Rabu (7/1/2026).
Menurut Sanusi, kondisi surplus hingga 80 ton ini merupakan kesempatan bagi Pemkab Malang memanfaatkan peluang tersebut untuk memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Malang.
Oleh karena itu, pemkab mendorong kepada seluruh pihak dan lintas stakeholder agar bersama-sama bergandengan tangan mendorong terciptanya berbagai inovasi di sektor pertanian. Terutama peran dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) juga sangat dibutuhkan dalam hal inovasi pertanian serta pendampingan terhadap para petani, baik petani yang sudah lama bergelut dengan dunia pertanian maupun petani millenial untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Malang.
"Kami adakan inovasi kalau nanti berhasil sekarang rata-rata 7 hingga 8 ton. Kalau bisa 12 ton, maka bisa naik lagi surplus berasnya," ujar Sanusi.
Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi langkah DPC HKTI Kabupaten Malang yang telah melakukan kegiatan tanam dan panen perdana varietas padi unggul di area persawahan Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
"Panen perdana ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara petani, organisasi tani, penyuluh, dan pemerintah mampu menghasilkan capaian yang membanggakan," kata Sanusi.
Pihaknya berharap kolaborasi antara Pemkab Malang dengan DPC HKTI Kabupaten Malang serta lintas stakeholder lainnya dapat terus terjalin dalam rangka mendukumg swsembada pangan nasional serta memperkuat program ketahanan pangan Kabupaten Malang.
Baca Juga : Beredar Surat Perdamaian Armuji dengan Madas: Sepakat Jaga Kondusivitas Surabaya
"Mari kita jadikan pertanian sebagai sektor yang bermartabat, menguntungkan dan mampu menarik generasi muda untuk terlibat di dalamnya," ucap Sanusi.
Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang Makhrus Sholeh menyampaikan kesiapannya untuk terus berkolaborasi dengan Pemkab Malang untuk melahirkan berbagai inovasi demi peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Malang.
"Kami juga terus melakukan pembinaan terhadap para petani di Kabupaten Malang. Terutama dalam rangka memotivasi para petani untuk terus berinovasi meningkatkan produktivitas," ujar Makhrus.
Terlebih lagi, Kabupaten Malang merupakan daerah di Provinsi Jawa Timur yang menempati urutan kelima terkait hasil produksi pertanian. Hal itu menjadi peluang yang bagus bagi Kabupaten Malang dalam mendukung swasembada pangan nasional dan program ketahanan pangan daerah.
