JATIMTIMES - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo mengawali tahun 2026 dengan menghadirkan suasana baru bagi Warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui selesainya renovasi kamar hunian yang kini telah mulai ditempati.
Kepala Rutan Situbondo Suwono mengatakan bahwa renovasi kamar hunian tersebut merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
Baca Juga : Toko Sembako di Panji Situbondo Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta
"Renovasi ini kami lakukan untuk memastikan warga binaan mendapatkan hunian yang layak, bersih, dan nyaman sesuai standar pemasyarakatan," ujar Suwono.
Menurut Suwono, lingkungan hunian yang baik akan berpengaruh besar terhadap keberhasilan program pembinaan. Hunian yang bersih dan tertata menurutnya akan menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal.
Antusiasme WBP terlihat jelas saat mulai menempati kamar hunian yang telah direnovasi. Suwono menyebut hal ini sebagai respons positif atas upaya yang telah dilakukan pihak rutan.
"Kami melihat langsung semangat Warga binaan ketika menata perlengkapan pribadi dan bergotong royong membersihkan kamar. Ini menunjukkan rasa memiliki terhadap lingkungan hunian mereka," ungkapnya.
Ia juga menilai kegiatan gotong royong tersebut sebagai bagian dari pembinaan membentuk pribadi yang lebih disiplin dan peduli lingkungan sekitar.
"Kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab yang ditunjukkan WBP ini sejalan dengan tujuan pembinaan, yakni membentuk pribadi yang lebih disiplin dan peduli terhadap lingkungan," tambah Suwono.
Baca Juga : Pemkot Malang Mulai Siapkan Skema Kabel Bawah Tanah Tahun 2026
Suwono menjelaskan bahwa petugas kesatuan pengamanan rutan (KPR) turut memberikan pengarahan kepada WBP terkait tata tertib dan kebersihan kamar. "Kami tekankan kepada warga inaan bahwa menjaga kebersihan dan merawat fasilitas adalah tanggung jawab bersama dan bagian dari kedisiplinan selama menjalani masa pidana," jelasnya.
Lebih lanjut, Suwono berharap renovasi ini dapat membawa dampak positif bagi seluruh WBP. Diharapkan, warga ninaan merasa lebih nyaman dan memiliki kesadaran untuk menjaga fasilitas yang ada.
"Lingkungan hunian yang tertib dan bersih akan sangat mendukung proses pembinaan, sehingga warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat nanti," pungkas Suwono.
