JATIMTIMES - Senin (10 Agustus 2026) bertepatan dengan pasaran Wage dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 27 Sapar 1960 tahun Be dan berada dalam Wuku Tambir. Weton hari ini adalah Senin Wage dengan jumlah neptu 8 (Senin = 4, Wage = 4).
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan watak, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang. Perhitungan weton tersebut biasanya mengacu pada primbon Jawa yang hingga kini masih digunakan sebagian masyarakat untuk menentukan waktu baik dalam berbagai keperluan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 10 Agustus 2026: Libra hingga Pisces, Siapa Yang Beruntung Hari Ini?
Orang yang lahir pada weton Senin Wage dikenal memiliki banyak kemauan. Pribadinya luwes, aktif dan tidak betah hanya berdiam diri. Selain itu, pemilik weton ini disebut kreatif serta memiliki sifat terhormat.
Meski memiliki sejumlah sifat positif, Senin Wage juga mempunyai sisi yang perlu diwaspadai. Weton ini cenderung memiliki emosi yang kuat sehingga mudah marah ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan Senin Wage adalah Lakuning Geni. Maknanya menggambarkan watak yang cenderung temperamental, emosional, mudah naik pitam, tetapi juga mempunyai keberanian.
Sementara itu, Pancasuda Senin Wage adalah Wasesa Segara. Perwatakan ini diibaratkan seperti lautan yang luas dan mampu menerima berbagai keadaan.
Wasesa Segara memiliki makna amot ujar ala becik, yakni tidak mudah membenci ketika dicaci dan tidak menjadi sombong saat mendapatkan pujian. Selain itu, wataknya juga dikenal pemurah, pemaaf, berwibawa, memiliki wawasan luas serta bertanggung jawab.
Senin Wage 10 Agustus 2026 berada dalam Wuku Tambir. Dalam primbon Jawa, Wuku Tambir dilambangkan dengan Bathara Siwah. Wuku ini menggambarkan sifat seseorang yang terkadang berbeda antara lahir dan batinnya. Ada kecenderungan menginginkan kepemilikan, kurang bersahaja dan merasa harus mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Gedhong dalam Wuku Tambir berada di tengah. Simbol ini menggambarkan sifat sombong dan cenderung ingin dipuji. Dalam gambaran primbon, terdapat pula watak yang merasa dirinya lebih unggul dari orang lain.
Pohon yang menjadi simbol Wuku Tambir adalah pohon upas. Pohon tersebut menggambarkan sifat panas sehingga tidak dapat digunakan untuk berteduh.
Sementara burungnya adalah prenjak. Burung kecil ini menjadi perlambang pribadi yang terkadang merasa besar dan cenderung sombong. Namun di sisi lain, sifatnya gesit dan peka terhadap firasat atau wangsit.
Wuku Tambir juga memiliki gambaran seperti gajah yang lepas dari kandangnya. Maknanya berkaitan dengan wibawa yang besar dan mampu membuat orang lain merasa segan, meski tidak sampai berlebihan.
Baca Juga : DPRD Kediri Dorong GOR Jayabaya Jadi Ikon Kota, Pusat UMKM hingga Silaturahmi Masyarakat
Lambang Wuku Tambir berupa badan yang letih. Hal ini menggambarkan kondisi yang kendor atau kurang bersemangat dalam menjalankan berbagai pekerjaan.
Dalam Wuku Tambir terdapat pula pantangan arah. Kala berada di Barat Daya, sehingga selama tujuh hari dalam wuku tersebut dilarang bepergian ke arah Barat Daya untuk urusan yang dianggap penting.
Khusus Senin Wage dalam Wuku Tambir, primbon menyebut hari ini memiliki sisi baik untuk perjalanan. Bepergian pada hari ini dipercaya dapat membawa keuntungan berupa harta.
Namun, Senin Wage juga termasuk hari Samparwangke (ringkel jalma). Karena itu, hari ini dianggap kurang baik untuk kegiatan seperti melangsungkan hajad pernikahan.
Artinya, meski perjalanan disebut membawa peluang keuntungan, masyarakat yang masih memegang perhitungan primbon disarankan lebih berhati-hati dalam menentukan waktu untuk kegiatan besar.
Pemilik weton Senin Wage mempunyai jumlah neptu 8. Dalam hitungan primbon Jawa, karakter tersebut dinilai cocok dengan pekerjaan yang memberikan ruang untuk bergerak dan menjalankan tanggung jawab sesuai kemampuan. Beberapa bidang pekerjaan yang dinilai sesuai antara lain buruh, karyawan maupun pekerja lepas atau freelance.
Sifat aktif dan tidak suka berdiam diri menjadi salah satu alasan pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan aktivitas rutin dinilai cukup cocok bagi pemilik weton ini. Selain itu, karakter Wasesa Segara yang dikenal bertanggung jawab, berwawasan luas dan mampu memaafkan juga menjadi modal dalam menjalankan pekerjaan bersama orang lain.
Dalam urusan jodoh, primbon Jawa menghitung kecocokan berdasarkan jumlah neptu kedua calon pasangan. Pemilik weton Senin Wage memiliki neptu 8. Berdasarkan hitungan yang diberikan, pasangan dengan jumlah neptu 11 atau 16 dinilai paling cocok untuk Senin Wage. Beberapa contoh weton dengan neptu tersebut antara lain Kamis Kliwon, Senin Pon, Sabtu Pon, Selasa Kliwon, Jumat Legi dan Rabu Wage.
