Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Hari Ini Terakhir Rashdul Kiblat Juli 2026, Kapan Fenomena Penentu Arah Kiblat Terjadi Lagi?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

17 - Jul - 2026, 10:30

Placeholder
Ilustrasi Rashdul Kiblat. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kesempatan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat pada periode Juli 2026 berakhir hari ini, Jumat (17/7/2026). Momen astronomi yang hanya terjadi dua kali dalam setahun ini dimanfaatkan umat Islam untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi Matahari yang berada tepat di atas Kakbah.

Fenomena tersebut menjadi salah satu cara paling akurat untuk mengalibrasi arah kiblat tanpa memerlukan alat khusus. Cukup dengan mengamati bayangan benda yang berdiri tegak pada waktu tertentu, masyarakat dapat mengetahui apakah arah kiblat di rumah, musala, maupun masjid sudah sesuai. Lantas, setelah hari ini, kapan Rashdul Kiblat akan terjadi lagi?

Baca Juga : Lestarikan Tradisi, Siswa MAN Kota Batu Suguhkan Pertunjukan Cerita Rakyat dalam Pawai Pesona Budaya Nusantara

Rashdul Kiblat Terjadi Dua Kali dalam Setahun

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam merupakan fenomena ketika Matahari berada tepat atau hampir tepat di atas Kakbah di Makkah. Saat kondisi tersebut terjadi, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah ke Kakbah sehingga dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat.

Fenomena ini terjadi karena pergerakan semu tahunan Matahari yang melintasi lintang Kakbah. Ketika posisi Matahari tepat berada di atas bangunan suci umat Islam tersebut, arah bayangan benda tegak di wilayah yang masih mendapat sinar Matahari akan mengarah ke Kakbah dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

BMKG menjelaskan, Rashdul Kiblat berlangsung dua kali setiap tahun. Periode pertama umumnya terjadi pada akhir Mei. Sedangkan periode kedua berlangsung pada pertengahan Juli. 

Dengan berakhirnya periode Juli 2026 hari ini, masyarakat yang belum sempat melakukan pengecekan arah kiblat harus menunggu hingga akhir Mei 2027 untuk kembali memanfaatkan fenomena tersebut.

Mengapa Rashdul Kiblat Penting?

Di era digital, arah kiblat memang dapat diketahui melalui aplikasi ponsel maupun kompas. Namun, hasil pengukuran terkadang dapat dipengaruhi oleh gangguan medan magnet, kesalahan kalibrasi, atau faktor teknis lainnya.

Karena itu, Rashdul Kiblat masih menjadi salah satu metode paling akurat untuk memverifikasi arah kiblat. Selama cuaca cerah dan Matahari terlihat, masyarakat dapat melakukan pengecekan secara mandiri tanpa membutuhkan alat khusus.

Kementerian Agama (Kemenag) juga menganjurkan masyarakat memanfaatkan fenomena ini untuk memastikan kembali arah kiblat, terutama di masjid, musala, sekolah, pondok pesantren, maupun rumah yang belum pernah dikalibrasi.

Cara Mengecek Arah Kiblat saat Rashdul Kiblat

Masyarakat yang masih sempat memanfaatkan momen terakhir Rashdul Kiblat dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

• Siapkan benda yang berdiri tegak lurus, seperti tongkat, tiang, atau benang dengan pemberat.

• Letakkan benda tersebut di lokasi yang terkena sinar Matahari secara langsung.

• Lakukan pengamatan tepat pada waktu Rashdul Kiblat sesuai zona waktu masing-masing.

• Perhatikan arah bayangan yang terbentuk.

Baca Juga : 16,5 Juta Orang Teken Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia 2026, Ini Duduk Perkaranya

• Garis bayangan tersebut merupakan arah menuju Kakbah dan dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat.

Waktu Pengamatan Rashdul Kiblat

Pada periode Juli 2026, waktu pengamatan di Indonesia berlangsung sekitar:

• 16.27 WIB

• 17.27 WITA

• 18.27 WIT

Pengamatan sebaiknya dilakukan tepat pada waktu tersebut agar hasilnya lebih akurat. Apabila cuaca mendung atau hujan sehingga Matahari tidak terlihat, metode ini tidak dapat dilakukan.

Kapan Rashdul Kiblat Terjadi Lagi?

Bagi masyarakat yang belum sempat memanfaatkan momen Rashdul Kiblat tahun ini, kesempatan berikutnya diperkirakan baru akan datang pada akhir Mei 2027. Saat itu, Matahari kembali berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda tegak dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk memastikan arah kiblat.

Meski hanya berlangsung beberapa menit, fenomena ini selalu dinantikan karena memungkinkan masyarakat melakukan kalibrasi arah kiblat secara mandiri dengan tingkat akurasi yang tinggi. Oleh karena itu, BMKG dan Kementerian Agama secara rutin menginformasikan jadwal Rashdul Kiblat agar masyarakat dapat mempersiapkan pengamatan sejak jauh hari.


Topik

Peristiwa Rashdul Kiblat kiblat menentukan arah kiblat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa