Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Kenaikan Dolar Belum Terlalu Berdampak di Kota Malang, Harga Kedelai Impor Diwaspadai

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

18 - May - 2026, 16:58

Placeholder
Ilustrasi bahan pangan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah disebut belum terlalu berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat di Kota Malang. Terutama untuk kebutuhan pokok harian yang tidak bergantung pada barang ekspor maupun impor.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, aktivitas ekonomi masyarakat hingga saat ini masih berjalan normal.

Baca Juga : Ekonomi Indonesia Terpuruk? Ini 6 Cara Sederhana yang Bisa Menguatkan Rupiah

“Kalau melihat perputaran ekonomi dan kebutuhan masyarakat sampai hari ini yang tidak terkait dengan barang ekspor-impor, saya kira masih normal. Kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pangan, kebutuhan pokok di Malang yang tidak terkait ekspor-impor masih normal,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Meski demikian, Eko mengakui kenaikan dolar tetap berpotensi memicu kenaikan harga pada komoditas yang masih bergantung pada impor. Salah satunya kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe.

Menurutnya, kenaikan kurs otomatis akan memengaruhi harga jual kedelai di pasaran. “Kalau kedelai impor ini pasti berpengaruh. Biasanya harga per kilo sekian, nanti pasti ada kenaikan,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi, terutama oleh pelaku usaha kecil yang menggunakan bahan baku impor. Di Kota Malang sendiri, kedelai banyak dimanfaatkan untuk produksi tempe hingga aneka olahan seperti keripik tempe.

Namun demikian, pihaknya menyebut pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga kedelai impor di pasaran. Karena itu, langkah yang bisa dilakukan lebih pada mendorong masyarakat dan pelaku usaha agar lebih bijak dalam menggunakan produk impor.

Baca Juga : Long Weekend Pertengahan Mei, Kuliner dan Game di Mal Kota Malang Paling Diburu

“Kalau intervensi harga saya kira itu sudah keputusan pemerintah pusat. Daerah tidak bisa mengintervensi harga kedelai impor. Yang bisa dilakukan bagaimana kita lebih bijak memanfaatkan barang-barang impor,” jelasnya.

Meski ada potensi kenaikan harga bahan baku, Eko memastikan kebutuhan masyarakat terhadap tempe di Kota Malang hingga kini masih cukup baik dan stabil.


Topik

Ekonomi rupiah nilai tukar rupiah diskopindag kota malang eko sri yuliadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya