Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sejarah Pers Dunia hingga Lahirnya Hari Kebebasan Pers Sedunia yang Diperingati Setiap 3 Mei

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

03 - May - 2026, 12:24

Placeholder
Peringatan Hari Pers Sedunia 3 Mei. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat peran pers dalam menjaga demokrasi, menyampaikan fakta kepada publik, serta melindungi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan independen.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, kebebasan pers tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bernegara. Tanpa pers yang merdeka, masyarakat akan kesulitan mengawasi kekuasaan dan mengetahui realitas yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga : Potensi Timbulan Sampah Organik dari Dapur SPPG di Kota Batu Tembus 4 Ton Per Hari

Sejarah Pers di Dunia dan Perjuangan Kebebasan Pers

Sejarah pers dunia bermula sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Penemuan ini membuka jalan bagi lahirnya surat kabar dan media cetak di berbagai negara Eropa.

Pada abad ke-17, surat kabar mulai berkembang di Jerman, Inggris, dan Prancis. Namun pada masa itu, media masih berada di bawah kendali kerajaan dan pemerintah. Isi berita sering disensor, bahkan wartawan bisa dipenjara bila dianggap menentang penguasa.

Memasuki abad ke-18 dan ke-19, semangat demokrasi mulai tumbuh. Pers perlahan menjadi alat perjuangan rakyat untuk menyuarakan kebebasan, keadilan, dan hak sipil. Dari sinilah muncul gagasan bahwa media harus berdiri independen, bebas dari tekanan politik maupun kepentingan tertentu.

Lahirnya Hari Kebebasan Pers Sedunia

Dikutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO, Hari Kebebasan Pers Sedunia ditetapkan setelah adanya Deklarasi Windhoek di Windhoek.

Deklarasi tersebut lahir dalam seminar UNESCO yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 1991. Para jurnalis dari berbagai negara Afrika menyerukan pentingnya media yang bebas, independen, dan pluralis.

Isi deklarasi itu menegaskan bahwa pemerintah harus melindungi kebebasan pers serta menjamin kebebasan berekspresi. Pada Desember 1993, Majelis Umum PBB kemudian resmi menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang lahirnya Deklarasi Windhoek yang dianggap sebagai tonggak penting perjuangan kebebasan media di dunia.

Latar Belakang Deklarasi Windhoek

Munculnya Deklarasi Windhoek tidak lepas dari situasi diskriminasi rasial di Afrika akibat sistem apartheid. Kebijakan tersebut memisahkan hak antara warga kulit putih dan kulit hitam, termasuk dalam dunia media.

Banyak pekerja pers kulit hitam mengalami pembatasan, tekanan, hingga ketidakadilan. Karena itu, para jurnalis menuntut sistem pers yang adil, terbuka, dan bebas dari diskriminasi.

Tujuan Hari Kebebasan Pers Sedunia

Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi memiliki makna besar bagi masyarakat global. Berdasarkan keterangan resmi PBB, tujuan Hari Kebebasan Pers Sedunia antara lain:

• Merayakan prinsip dasar kebebasan pers.

• Menilai kondisi kebebasan media di berbagai negara.

• Membela media dari ancaman sensor dan intervensi.

• Menghormati jurnalis yang gugur saat menjalankan tugas.

• Mendorong keselamatan wartawan di lapangan.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026

Mengutip UNESCO, tema Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2026 adalah “Membentuk Masa Depan Perdamaian”.

Tema ini menyoroti pentingnya peran pers dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan terbuka. Media dinilai menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Baca Juga : Siapa yang Ingin Hidup Seribu Tahun? Tafsir Quraish Shihab Kupas Makna Surah Al-Baqarah Ayat 96

Di era digital, tantangan pers semakin besar. Selain sensor dan tekanan politik, media juga menghadapi penyebaran hoaks, disinformasi, serta ancaman keselamatan jurnalis.

Karena itu, Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus terus dijaga. Pers yang merdeka akan melahirkan informasi berkualitas, mendorong transparansi, dan memperkuat demokrasi.


Topik

Peristiwa hari pers hari kebebasan pers dunia delarasi windhoek



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jombang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa