JATIMTIMES – Jalur utama yang menghubungkan Kota Batu dengan wilayah Pujon kembali dilanda bencana tanah longsor. Tebing di kawasan Jalan Trunojoyo (Payung 3), Kelurahan Songgokerto, dilaporkan ambrol hingga menutup separuh badan jalan, Minggu (8/3/2026) pagi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh akumulasi hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Batu selama sepekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan tanah pada tebing menjadi jenuh dan kehilangan kestabilannya. Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
Baca Juga : Dinas Cipta Karya Pastikan Tak Beri Izin Pembangunan Perumahan di Lahan Hijau Kabupaten Malang
"Hujan intensitas tinggi selama seminggu terakhir membuat kondisi tanah tebing di Payung 3 sangat jenuh hingga akhirnya terjadi longsor. Dimensinya cukup besar, yakni panjang 8 meter dengan tinggi mencapai 10 meter," terang Suwoko.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutupi lebih dari separuh akses jalan raya. Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Kota Batu menuju arah Barat (Pujon/Kediri) maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang.
Guna mempercepat proses evakuasi, tim gabungan lintas instansi menerjunkan alat berat untuk evakuasi pembersihan material tanah dari aspal. Selama proses pembersihan berlangsung, pihak kepolisian dan Dishub memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurai penumpukan kendaraan.
"Beruntung saat kejadian kondisi jalan sedang landai, sehingga tidak ada kendaraan maupun korban jiwa yang tertimbun material longsor. Nihil korban jiwa dalam musibah ini," tambah Suwoko.
Hingga berita ini dirilis, jalur provinsi tersebut dipastikan sudah bersih dan kembali bisa dilalui kendaraan dari kedua arah. Namun, sisa-sisa tanah yang licin masih menjadi perhatian petugas agar tidak membahayakan pengendara, terutama roda dua.
Proses evakuasi ini melibatkan petugas BPBD, PU Bina Marga Provinsi Jatim, Damkarmat, TNI, Polri, hingga relawan dan Paguyuban Payung. Kerja sama tim di lapangan membuat jalur vital ini bisa segera dinormalisasi dalam waktu singkat.
Pihak BPBD memberikan rekomendasi dan peringatan kepada masyarakat yang akan melintas di kawasan Payung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan durasi lama. Kawasan Payung tetap menjadi titik rawan longsor yang patut diwaspadai di Kota Batu.
"Kami imbau pengendara untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Kondisi tebing di wilayah Payung 3 akan terus kami monitor untuk mencegah adanya kejadian susulan," pungkasnya.
