JATIMTIMES - Pernahkah kamu menemukan memar pada kulit ketika baru bangun tidur di pagi hari? Reaksi yang muncul biasanya dua: mengingat-ingat adakah terbentur sebelumnya atau menghubungkannya dengan mitos 'dijilat' setan. Benarkah?
Reaksi yang kedua kemungkinan hanya mitos dan tidak valid. Menurut Perawat Afriezal Kamil, S.Kep. Ners atau akrab disapa Rizal Do, yang juga penulis buku "Andai Dalam Sel-Sel Tubuhmu Berbicara", memar tanpa sebab bisa jadi karena kekurangan vitamin C.
Baca Juga : Kusta Penyakit Ketiga Terbanyak Dunia, Komisi IX DPR RI dan Kemenkes Lakukan Kampanye
Jadi, lebih lanjut Rizal Do menjelaskan jika vitamin C atau ascorbic acid itu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita untuk pembentukan kolagen.
"Kolagen tidak hanya bagus buat ngencangin kulit wajah ya, tapi kolagen itu juga protein yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan pembuluh darah dan jaringan kulit, jadi tidak hanya buat bikin cantik aja," jelas Rizal Do, dikutip dari utas yang dibagikan di X (Twitter).
Jika kamu jarang makan makanan yang tidak mengandung vitamin C, maka bisa berbahaya. Makanan dengan kandungan vitamin C contohnya seperti mangga, stoberi, tomat, brokoli, buah citrus dan lainnya.
"Bahaya kenapa? Karena vitamin C itu tidak bisa diproduksi oleh tubuh sehingga kebutuhannya disuplai dari luar alias dari makanan kita," ujar dia.
Kata Rizal Do, kekurangan vitamin C bisa menyebabkan kelemahan pada dinding pembuluh darah. "Tanpa kolagen yang cukup, pembuluh darahmu bisa jadi lebih rapuh dan mudah pecah, sehingga menyebabkan memar," jelas Rizal Do.
"Makanya tiba-tiba memar muncul gitu kan, jadi bukan karena dicubit setan yak! itu mitos!," imbuh dia.
Selain karena kekurang vitamin C, menurut Rizal Do, memar juga bisa tiba-tiba terjadi karena infeksi, obat-obatan, kelainan hematologi, atau penyebab lainnya.
Oleh karena itu, Rizal Do meminta agar pasien memar segera periksa jika ciri-ciri memarnya sebagai berikut:
- Terlalu sering muncul
Baca Juga : Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Warga Upacara dengan Adat Sunda, Viral
- Memar tidak hilang selama lebih dari 1 sampai 2 minggu
- Memar selalu muncul di situ terus selama 1–2 minggu
- Diikuti gejala lain seperti demam, lemes, nyeri dan lainnya.
Sementara warna memar, kata Rizal Do memang berbeda-beda bergantung lama cederanya. "Saat baru terjadi, memar akan seperti warna merah darah. Lama-lama darah yang menumpuk di bawah kulit akan kekurangan oksigen sehingga membiru. Seiring waktu, hemoglobin ‘dirusak’ dan hasilnya bikin warna keijoan hingga nanti jadi kekuningan," pungkas Rizal Do.
