Ratusan Petani di Jombang Jadi Mahasiswa Baru, Dapat Program Kuliah Gratis dari Desa | Jombang TIMES

Ratusan Petani di Jombang Jadi Mahasiswa Baru, Dapat Program Kuliah Gratis dari Desa

Sep 12, 2021 14:04
Para petani Desa Banjarsari saat mengikuti masa pengenalan mahasiswa baru. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)
Para petani Desa Banjarsari saat mengikuti masa pengenalan mahasiswa baru. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES - Petani di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang dikuliahkan gratis oleh pemerintah desa setempat. Harapannya, pendidikan tinggi yang diemban para petani bisa membuat Desa Banjarsari menjadi lumbung pangan mandiri.

Perkuliahan untuk para petani di Desa Banjarsari ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemdes setempat membuat lumbung pangan mandiri. Dengan begitu, Kepala Desa Banjarsari Basaroddin memotivasi para petani desanya untuk meningkatkan kemampuannya dengan mengenyam pendidikan tinggi.

Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 12 September 2021, Teror Masih Berdatangan, Al Temukan Dalangnya?

Berawal dari situ, Basaroddin mencoba untuk bekerjasama dengan Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah, dalam memfasilitasi para petani untuk kuliah gratis di kampus yang berada di lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang itu.

"Kita bekerjasama dengan Unwaha ini supaya merubah pola berfikir, mindset dan image dari petani ke arah yang lebih berpendidikan. Dengan cara memberikan ilmu dengan kuliah gratis," ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/09).

Sedikitnya ada 120 petani yang mengikuti program studi di Fakultas Pertanian Unwaha ini. Mereka terdiri dari petani di Desa Banjarsari dan desa-desa lain di Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Perkuliahan ini diharapkan bisa membawa kemakmuran masyarakat desa di sektor pertanian. "Dengan demikian petani bisa membuat temuan-temuan di sektor pertanian. Seperti berupa pupuk, insektisida, herbisida yang berbasis organik," kata Basaroddin.

Sistem perkuliahan untuk para petani ini akan mengikuti kurikulum pendidikan tinggi pada umumnya. Hanya saja, kata Rektor Unwaha Dr Anton Muhibuddin, pada materi praktikum akan lebih diutamakan.

"Kurikulum utamanya ada. Tapi kemudian kurikulum praktikum diutamakan. Seperti pembuatan pupuk hingga cara tanam yang benar. Harapannya bisa menyelesaikan masalah yang ada diutamakan," ujarnya saat menghadiri masa pengenalan mahasiswa baru Unwaha di Banjarsari Agro Community (BAC), Desa Banjarsari.

Disampaikan Anton, sektor pertanian merupakan kebutuhan fundamental dari bangsa Indonesia. Untuk itu, pihaknya sepakat untuk bekerjasama dengan Pemdes Banjarsari dalam memberikan perkuliahan gratis pada petani setempat.

Baca Juga : Tingkatkan Keaktifan Mahasiswa, IAI-NATA Gelar PKKMB

Ia berharap, petani yang jadi mahasiswanya kini bisa memotivasi petani lain untuk meningkatkan kompensasinya di sektor pertanian.

"Pertanian ini kan kunci dari perekonomian bangsa kita. Makanya saya sepakat untuk kuliah gratis ini. Kedepannya kuliah seperti ini (petani yang mau berkuliah, red) bisa terselenggara," tandasnya.

Perkuliahan gratis ini, disambut gembira oleh petani di Desa Banjarsari. Seperti yang dirasakan oleh Abdul Ghofur(49). Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Banjarsari ini mengaku senang bisa kuliah secara gratis.

"Tentunya petani Banjarsari di sini senang ya dengan kuliah gratis ini. Dengan perkuliahan ini bisa meningkatkan pengetahuan para petani, supaya bisa meningkatkan hasil dari pertanian juga," pungkasnya.

Topik
kuliah gratis petani kuliah gratis lumbung pangan Kabupaten Jombang

Berita Lainnya