Proses pencarian korban hanyut di sungai. (Istimewa)
Proses pencarian korban hanyut di sungai. (Istimewa)

Angga Septa Sugiono (14), dinyatakan hilang tengelam di Sungai Bendung, Jombang sejak tujuh hari lalu. Tubuh bocah kelas 2 SMP itu belum juga ditemukan hingga batas akhir operasi SAR.

 

Baca Juga : Puluhan Anak Terdampak Covid-19 Ikuti Khitan Massal di Polres Jombang

Operasi pencarian korban tenggelam sudah dilakukan selama 7 hari sejak awal korban dinyatakan hilang pada Rabu (06/01). Petugas gabungan dari BPBD Jombang, Basarnas Surabaya dan sejumlah relawan telah melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Bendung hingga sejauh 27 Kilometer dari titik awal korban tenggelam.

 

Korban dilaporkan hilang pertama kali di Dam Jetis, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Sejauh ini, korban belum juga ditemukan oleh petugas SAR (Search and Rescue).

 

"Kira-kira 27 kilometer, dari titik awal korban hilang. Jadi terakhir pencarian kita di Dam Rolak Songo, Mojokerto," kata Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang Stevie Maria atau Pepy, Rabu (12/01).

 

Dijelaskan Pepy, pencarian korban terkendala dengan debit air di Sungai Bendung yang cukup deras dan keruh. Petugas sudah berupaya maksimal dengan menerjunkan 12 petugas dan lima perahu karet dalam pencarian korban.

 

Sayangnya, proses pencarian korban terpaksa dihentikan hari ini. Itu sesuai prosedur pencarian yang terbatas hanya 7 hari. Selain itu, kondisi sungai yang berarus deras cukup menyulitkan proses pencarian.

 

Baca Juga : Satu dari Dua Nelayan Hilang Ditemukan Tak Bernyawa

"Operasi sudah dihentikan oleh petugas Basarnas. Aturan SOP-nya, operasi SAR itu dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Ditambah lagi kondisi air yang sangat deras dengan debit air yang sangat tinggi, itu mempersulit tim dalam pencarian," terangnya.

 

Penghentian pencarian korban ini juga sudah disampaikan kepada pihak keluarga. Pepy mengatakan, bahwa keluarga korban menyadari dengan kondisi tersebut.

"Kita sampaikan kepada keluarga korban, kami mohon maaf dan kami sudah melakukan yang maksimal. Walaupun mungkin di mata keluarga belum optimal, tapi kita sudah lakukan secara maksimal sesuai dengan prosedur. Pihak keluarga sudah menerima itu," kata Pepy.

"Tetapi kita sampaikan kepada keluarga korban, jika nanti sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda kemunculan korban. Maka pencarian akan kita buka kembali dari BPBD Jombang," pungkasnya.(*)