Cuplikan ilustrasi ceramah Habib Jalam bin Toha Baagil (YouTube Fakta Ulama99).
Cuplikan ilustrasi ceramah Habib Jalam bin Toha Baagil (YouTube Fakta Ulama99).

Habib Jamal bin Toha Baagil menyebut, setiap muslim selalu dibekali dengan cahaya ilahi untuk mengetahui seseorang beriman atau tidak kepada Allah SWT. Namun memang hanya beberapa orang beriman saja yang mampu mengetahui secara mendetail mengenai kemunafikan seseorang.

Salah satunya seperti Khudaifah, sahabat Rasulullah SAW yang memang memiliki rahasia Rasulullah SAW. Dia menjadi salah satu sahabat Rasulullah SAW yang paling disegani dan ditakuti. Karena ia memang mampu mengetahui seseorang beriman atau tidak hanya dengan melihat wajahnya.

Baca Juga : Pedang Lebih Besar Ketimbang Tubuhnya, Begini Kisah Ali Kalahkan Musuh Terkuat Rasulullah

Habib Jamal bin Toha Baagil dalam sebuah kajian menyebut jika kemampuan Khudaifah pernah membuat seorang Umar bin Khattab mendatanginya. Umar bertanya langsung kepada Khudaifah apakah dalam dirinya ada percikan rasa munafik kepada Allah SWT.

Maka Khudaifah menjawab, “Tidak ada wahai Umar.”

Sosok Umar sengaja mendatangi Khudaifah karena ingin mengetahui apakah ada dalam dirinya yang tidak beriman kepada Allah SWT. Padahal Umar merupakan sosok sahabat yang memiliki keimanan sangat kuat kepada Allah SWT. Bahkan keyakinan Umar berhasil membuat setan melarikan diri dari bayangan Umar.

Kemampuan Khudaifah untuk mengetahui seseorang beriman atau tidak itu pada dasarnya diwarisi oleh beberapa alim ulama yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Salah satunya tercermin dalam sebuah kisah yang terjadi di Kota Tarim, Yaman.

Kisah tersebut bermula ketika datang sosok yang sangat tampan, putih, berjenggot, dan kemampuan membaca Al-Qur'an yang luar biasa. Orang Tarim yang sebagian besar merupakan orang khusnudhon pun merasa terpesona dengan orang tersebut.

Hingga pada akhirnya, orang asing tersebut dijadikan sebagai imam di Masjid Jami di Kota Tarim. Karena sifat orang Tarim yang selalu berbaik hati, maka tidak pernah sekalipun mereka mencari tahu latar belakang pria yang dijadikan imam tersebut. Sang pria asing itu dijadikan imam selama kurang lebih satu minggu.

Baca Juga : Seorang Yahudi Pencuri Masuk Islam Usai Disidang Gara-Gara Baju Perang

Hingga pada akhirnya datang sosok alim ulama dari kota itu dan bertemu dengan sang pria tersebut. Maka alim ulama tersebut bertanya siapa laki-laki tersebut, dan dijawab lah oleh para makmum Masjid Jami di kota tersebut jika dia merupakan pria muslim dengan bacaan yang luar biasa.

Maka alim ulama yang hanya melihat wajahnya itu berkata, “Aku melihat dari wajahnya, nampak jika dia orang kafir.”

Singkat cerita, ditemukan sebuah Injil di tempat tinggalnya, dan dia kemudian diketahui merupakan pendeta orientalis yang juga mempelajari Islam begitu dalam. Disebutkan jika sosok seperti itu terkadang ingin merusak Islam dari dalam. Kemudian sang alim ulama memerintahkan agar semua yang salat di Masjid Jami selama satu minggu mengkodho salatnya tersebut.