Koin kuno yang ditemukan warga di Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Koin kuno yang ditemukan warga di Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Warga di Desa/Kecamatan Bareng, Jombang ramai-ramai mencari koin kuno untuk dijual seharga Rp 100-150 ribu perkilogram. Koin kuno itu dibeli oleh pengepul barang rongsokan untuk dijual kembali ke perajin kuningan di Jombang.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu warga setempat, Tawar (40). Ia bersama warga lainnya beburu koin kuno di lahan persawahan milik Samri (50). Pada pencarian koin kuno itu, Tawar berhasil menemukannya hingga 3 kilogram.

Baca Juga : Aktivitas Warga Jombang Berburu 'Harta Karun' Koin Kuno Dihentikan

"Perkiraan kemarin dapat 3-4 kilogram. Kita nyarinya dengan cara digali," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (16/10).

Disampaikan Tawar, koin kuno tersebut kemudian dijual ke pengepul barang rongsokan di Desa Bareng. Koin kuno yang ditemukan dihargai Rp 150 ribu perkilogram oleh pengepul.

"Koin kuno saya kumpulkan lalu dijual ke pengepul rongsokan, seharga Rp 150 ribu perkilogram. Gak tau itu (koin kuno, red) dibuat apa. Yang jelas dijual, hasilnya dibagi rata. Dibeli pengepul rongsokan Pak Agus," tandasnya.

Koin kuno hasil pencarian warga tersebut salah satunya dijual ke pengepul rongsokan di Jalan A Yani, Desa/Kecamatan Bareng. Salah satu pengelola, Angga Tutus (26) membenarkan dirinya membeli koin kuno yang ditemukan warga di lahan pertanian milik Samari.

Ia membelinya dengan harga Rp 150 perkilogram. Namun, ia mengaku bahwa koin yang dia beli sudah ditebus kembali oleh warga yang menjual. Tidak tahu apa alasan warga menebus kembali koin kuno yang telah dijual itu.

"Ya benar (saya beli, red). Cuman ditebus kembali. Mungkin sama orangnya buat koleksi sendiri di rumah. Kemarin saya hargai Rp 100-150 ribu," ungkapnya.

Menurut Angga, koin kuno tersebut berbahan tembaga dan kuningan. Koin kuno biasanya ia jual kembali ke sentra perajin kuningan di Kecamatan Mojoagung, Jombang. Koin kuno itu diolah menjadi patung.

"Kalau jadi dibeli, ya saya kirim ke pelebur kuningan di Mojoagung. Biasanya dibuat jadi patung gitu," kata Angga.

Baca Juga : Sisi Lain Rektor UIN Malang Prof Haris, Abadikan Momen Lewat Puisi

Belakangan ini banyak warga beramai-ramai berburu koin kuno di lahan pertanian milik Samari (50), warga Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng. Samari sendiri menemukan koin kuno saat sedang mencangkul sawahnya sebulan lalu. Di situ Samari menemukan koin kuno yang tercecer di lahan yang hendak ditanami jagung.

"Saat itu sedang meratakan tanah. Banyak koin kuno yang saya temukan, sampai 11 kilogram," ujarnya.

Saat ini, aktivitas pencarian koin kuno itu sudah dihentikan oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Bareng Kasianto mengatakan, dirinya sudah melaporkan aktivitas pencarian koin kuno itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

 

Atas petunjuk dari dinas, lanjut Kasianto, pihaknya melarang kegiatan pencarian barang diduga cagar budaya tersebut. Pemerintah desa sudah memasang tanda larangan di lokasi, agar tidak ada warga yang memasuki lahan milik Samari itu. "Mulai kemarin sudah saya tutup. Saya kasih tanda khusus," pungkasnya.(*)