Tabel dalam situs resmi Dinkes Jombang soal izin operasional rumah sakit. (Istimewa)
Tabel dalam situs resmi Dinkes Jombang soal izin operasional rumah sakit. (Istimewa)

Tiga rumah sakit swasta di Jombang habis masa izin operasionalnya dibiarkan beroperasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Menanggapi hal itu, DPRD Jombang berencana akan memanggil dinas terkait untuk mempertegas perizinan bagi rumah sakit yang izinnya sudah kadaluarsa.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Jombang Mustofa. Ia sudah berkoordinasi dengan pimpinan dewan. Direncanakan, minggu depan pihak legislatif akan memanggil Dinas Kesehatan Jombang untuk meminta sikap tegasnya soal rumah sakit yang izinnya telah habis.

Baca Juga : Izin Operasional Tiga Rumah Sakit di Jombang Ini Habis Tapi Tetap Beroperasi, Kok Bisa?

"Sudah saya usulkan (ke pimpinan DPRD Jombang, red), kalau ndak Senin ya Selasa. Kita akan tekankan soal perizinan itu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/10).

Mustofa menyebut, izin operasional merupakan aturan mutlak yang harus dipenuhi oleh rumah sakit. Meski ada SE Menteri Kesehatan yang memperbolehkan rumah sakit beroperasi ketika izinnya habis, ia tetap minta agar izin operasional dipenuhi.

"Kalau patokannya SE saya rasa kok tidak begitu kuat ya. Karena kewajiban rumah sakit umum maupun swasta itu, terkait dengan pandemi covid-19 harus menyelesaikan sarana dan prasarananya," tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang untuk mendorong rumah sakit yang habis masa izinnya untuk segera melakukan perpanjangan izin operasional.

"Saya akan minta dinas kesehatan untuk secepatnya mendorong rumah sakit segera mengurus izinnya," kata Mustofa.

Tiga rumah sakit swasta yang habis izin operasionalnya yaitu Rumah Sakit Islam (RSI), RS Moedjito Dwidjosiswojo dan RS Airlangga. Masa izin operasional tiga rumah sakit itu tertuang di dalam situs resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang https://diknkesjombangkab.go.id/.

Baca Juga : Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Perilaku CERDIK, Apa Itu?

Pada laman itu dikatakan bahwa, RS Islam izin operasional berlaku hingga 19 Mei 2020, RS dr Moedjito Dwidjosiswojo berlaku 6 Agustus 2020 dan RS Airlangga berlaku sampai 8 September 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Subandriyah menyebut, Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/455/2020 tentang Perizinan dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pada SE itu disebutkan, rumah sakit yang telah habis masa izin operasionalnya di saat kondisi bencana nasional atau kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, maka izin penyelenggaraan atau operasional dinyatakan masih tetap berlaku selama satu tahun terhitung sejak Covid-19 dinyatakan dicabut oleh Pemerintah.

"Jadi kita jalankan sesuai dengan SE tersebut," pungkasnya.(*)