Koin kuno yang ditemukan warga di Dusun Mojounggul, Desa/ Kecamatan Bareng, Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Koin kuno yang ditemukan warga di Dusun Mojounggul, Desa/ Kecamatan Bareng, Jombang (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Aktivitas warga berburu 'Harta Karun' berupa koin kuno telah dihentikan oleh pemerintah desa setempat. Penghentian itu atas perintah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Aksi perburuan harta peninggalan zaman dahulu itu terjadi di areal persawahan Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang. Lahan persawahan itu milik Samari (50). Beberapa hari terakhir, di lokasi itu kerap dijadikan warga mencari koin kuno berupa mata uang cina atau koin kepeng. 

Baca Juga : Sisi Lain Rektor UIN Malang Prof Haris, Abadikan Momen Lewat Puisi

Koin itu berbentuk bulan dan ada lubang kotak di bagian tengah. Sedangkan di sisi depan terdapat motif aksara cina. Koin itu tersebar di lahan pertanian yang belum ditanami oleh pemiliknya.

 

Kepala Desa Bareng Kasianto mengakui banyak warga yang berburu koin kuno di lokasi lahan pertanian milik Samari. Pihaknya juga sudah melaporkan itu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

 

Atas petunjuk dari dinas, lanjut Kasianto, pihaknya melarang kegiatan pencarian barang diduga cagar budaya tersebut. Pemerintah desa sudah memasang tanda larangan di lokasi, agar tidak ada warga yang memasuki lahan milik Samari itu.

"Mulai kemarin sudah saya tutup. Saya kasih tanda khusus," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (14/10).

 

Warga mencari koin kuno dengan cara mencangkul tanah. Tak jarang warga yang berburu juga menggunakan tangan kosong untuk memilah tanah, demi mencari koin kuno itu.

Dari pengakuan warga, koin kuno itu dijual ke seorang pengepul. Sayangnya, Kasianto tidak mengetahui pasti siapa yang membeli dan untuk apa koin kuno tersebut.

Baca Juga : Situs Purbakala Ditemukan, Pihak Taman Tirta Mengaku Akan Ikuti Prosedur dan Bantu Negara

"Saya gak tau dijual kemana. Katanya dijual dengan harga tinggi," tandasnya.

Sementara, Kasi Sejarah dan Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Anom Antono mengatakan, pihaknya sudah meminta Kades setempat agar aktivitas pencarian benda diduga cagar budaya dihentikan.

"Sesuai regulasi cagar budaya memang masyarakat dilarang mencari benda cagar budaya maupun benda diduga cagar budaya. Pemerintah desa sudah mengimbau masyarakat untuk tidak lagi mencari benda diduga cagar budaya itu," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga beramai-ramai berburu 'Harta Karun' berupa koin kuno di Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Jombang. Salah satu warga, Pitono (40) mengatakan, koin kuno yang ditemukan beberapa sudah mencapai 15 kilogram. Benda kuno itu kemudian dijual seharga Rp 100 ribu perkilogram.

Sayangnya, ia enggan menyampaikan siapa yang membeli benda purbakala tersebut. "Itu langsung ada yang beli, satu kilo gram dihargai Rp 100 ribu," kata Pitono (*)