Struktur bata merah kuno kembali ditemukan warga di Jombang.
Kali ini bata merah kuno ditemukan di dasar sumber air di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.
Penemuan bata merah kuno ini pertama kali ditemukan oleh sejumlah warga setempat yang sedang membersihkan sendang atau sumber air desa, pada Minggu (23/6).
Sendang ini juga dipercaya sebagai tempat yang disakralkan oleh warga setempat.
Dalam proses bersih sendang itu, sejumlah warga menemukan bangunan dari bata merah saat menguras air di dalam sendang seluas kurang lebih 20 meter persegi.
Saat itu, bentuk dari struktur bata merah itu belum terlihat jelas karena sebagian tertutupi lumpur.
Hingga akhirnya, struktur bata merah kuno ini baru terlihat saat warga menggali lumpur, pada Sabtu (29/6) kemarin.
"Awalnya masyarakat ini mau bersih-bersih biar sumber airnya lancar. Ternyata ada itu kita ndak tau," terang Hamdan ridhoi (27), warga setempat yang ikut bersih-bersih sendang saat diwawancarai di lokasi penemuan, Minggu (30/6).
Bangunan bata merah kuno ini membentang dengan panjang 10 meter. Sedangkan kedalaman bangunan bata merah ini sedalam 3 meter dari dasar sendang.
"Batanya ini besar-besar, ukuran batanya berbeda seperti biasanya. Lima kali limpat kemungkinan ukurannya dari batu bata biasanya," kata Hamdan.
Bata merah kunu ini terbagi dua sisi berbentuk tembok seperti saluran air. Jarak antara dua sisi hanya seluas 50-100 sentimer.
Dikatakan Hamdan, saat menuruni bangunan bata merah itu untuk menguras air dan membersihkan lumpur, ia melihat sisi lain di dalam bangunan berupa lorong. Namun lorong-lorong yang ditemukan masih tertutupi air.
"Ya tadi ada terowongan kesana, tapi belum tau apa karena belum dibersihkan. Ndak tau apa, karena keterbatasan tenaga," ujarnya.
Sementara, Juru Pelihara Situs Bareng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang David Widodo menyebut, bata merah kuno ini seperti peninggalan era kerajaan Majapahit karena mirip dengan bata merah kuno yang ditemukan sebelumnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, dan Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek beberapa waktu lalu.
Bentuk bata merah tersebut dicurigai mirip dengan bangunan candi. "Ini bisa permukiman, bisa kanal air, bisa candi. Kemungkinan ini candi," bebernya.
Namun sayang, ia belum bisa memastikan detail lebar dan ukuran bata merah karena sekarang sendang kembali tertutupi air.
"Bentang panjangnya 10 meter. Saya belum bisa mengukur pastinya, karena strukturnya sudah tergenang air lagi," ujarnya.
Disampaikan David, temuan warga tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Direncanakan, Senin (1/7) besok, pihak Dinas terkait akan turun ke lapangan bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan untuk melakukan pengecekan.
"Rencana besok dari dinas dan BPCB ngecek ke lokasi," pungkasnya.(*)
