Surah Ini Istimewa, Turunnya Sampai Dikawal 70 Ribu Malaikat
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
01 - Jul - 2026, 10:54
JATIMTIMES - Di antara 114 surah dalam Al Qur'an, Surah Al Kahfi memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Keutamaannya tidak hanya terletak pada kandungan kisah dan pelajaran yang ada di dalamnya, tetapi juga pada peristiwa turunnya wahyu tersebut.
Dalam riwayat dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Surah Al Kahfi diturunkan secara utuh, tidak berangsur-angsur sebagaimana banyak surah lainnya. Lebih dari itu, proses turunnya diiringi oleh 70 ribu malaikat yang mengawal wahyu Allah SWT.
Baca Juga : MBG Libur, Daya Beli Warga Kota Malang Mulai Meningkat
Besarnya jumlah malaikat yang menyertai turunnya Surah Al Kahfi menunjukkan kemuliaan surah ini di sisi Allah. Para ulama memandang peristiwa tersebut sebagai isyarat bahwa kandungan Surah Al Kahfi memiliki nilai yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Tidak mengherankan apabila Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap surah ini.
Dalam sebuah riwayat disebutkan Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kalian aku tunjukkan satu surah yang ketika diturunkan diiringi oleh 70.000 malaikat? Itulah Surah Al Kahfi."
Keistimewaan Surah Al Kahfi juga diperkuat oleh hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dari Al Bara' bin Azib RA dikisahkan seorang laki-laki membaca Surah Al Kahfi pada malam hari. Tiba-tiba muncul awan yang menaunginya hingga kudanya ketakutan dan berlari. Ketika peristiwa itu disampaikan kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Itu adalah as Sakinah, ketenangan yang turun bersama Al Qur'an."
Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, as Sakinah merupakan ketenangan dan rahmat yang Allah turunkan bersama para malaikat kepada orang-orang yang membaca Al Qur'an dengan penuh keimanan. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa membaca Surah Al Kahfi bukan sekadar ibadah lisan, tetapi juga menghadirkan keberkahan dan ketenteraman hati.
Selain memiliki keutamaan luar biasa, Surah Al Kahfi juga menjadi pedoman menghadapi empat fitnah besar yang akan selalu mengiringi kehidupan manusia.
Fitnah pertama adalah ujian keimanan melalui kisah Ashabul Kahfi. Sekelompok pemuda rela meninggalkan segala kenyamanan demi mempertahankan akidah mereka. Allah kemudian menjaga mereka di dalam gua selama 309 tahun sebagai bukti pertolongan-Nya kepada hamba yang teguh beriman.
Baca Juga : 103 Tukang Bangunan Se-Jatim Digembleng SIG, Kini Kantongi Sertifikat Kompetensi
Fitnah kedua adalah ujian harta yang digambarkan melalui kisah pemilik dua kebun. Kekayaan membuatnya lupa bersyukur, sombong, bahkan meragukan hari kebangkitan. Akibat kesombongannya, seluruh kenikmatan yang dimiliki akhirnya lenyap atas kehendak Allah SWT.
Fitnah ketiga adalah ujian ilmu melalui perjalanan Nabi Musa AS menuntut ilmu kepada Nabi Khidir AS. Kisah ini mengajarkan bahwa setinggi apa pun ilmu seseorang, masih ada pengetahuan yang hanya Allah karuniakan kepada hamba pilihan-Nya. Kesabaran dan kerendahan hati menjadi syarat utama dalam menuntut ilmu.
Sementara fitnah terakhir adalah ujian kekuasaan yang dicontohkan melalui sosok Dzulqarnain. Ia menjadi teladan pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan keadilan, melindungi masyarakat, dan menghadirkan kemaslahatan, bukan demi kepentingan pribadi.
