Daun Jati Jadi Alternatif Wadah Daging Kurban Saat Harga Kantong Plastik Melambung

27 - May - 2026, 01:46

Pelaksanaan kurban Masjid Masjid Babul Hidayah, Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kenaikan harga kantong plastik mendorong panitia kurban Masjid Masjid Babul Hidayah, Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang mencari alternatif pembungkus daging kurban yang lebih hemat. Pada pelaksanaan Iduladha 2026, Rabu (27/5/2026), panitia memilih menggunakan daun jati untuk membungkus ratusan paket daging kurban yang dibagikan kepada warga.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi efektif di tengah harga plastik yang masih relatif mahal. Selain mampu menekan pengeluaran panitia, penggunaan daun jati juga membantu mengurangi limbah plastik saat momentum pembagian daging kurban.

Baca Juga : Promo Granit INFINITI di Graha Bangunan Blitar, Konsumen Bisa Dapat Kaos Eksklusif

Wakil Ketua Panitia Kurban Masjid Babul Hidayah, Muhammad Firdaus Zulkarnain, mengatakan tahun ini pihaknya menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing. Seluruh daging kemudian dikemas memakai daun jati sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

“Harga kantong plastik sekarang cukup mahal. Karena itu kami memilih memakai daun jati yang lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan,” ujarnya.

Menurut Firdaus, penggunaan daun jati bukan hal baru bagi warga sekitar. Tradisi tersebut sudah dilakukan setiap Iduladha dan dinilai tetap relevan di tengah meningkatnya harga kebutuhan, termasuk plastik pembungkus.

Ia menyebut kebutuhan daun jati juga mudah dipenuhi karena ada warga yang memiliki pohon jati di sekitar lingkungan masjid. Dengan cara itu, panitia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan besar untuk membeli kantong plastik dalam jumlah banyak.

Selain lebih hemat, daun jati juga dianggap mampu menjaga kualitas daging kurban. Daging yang dibungkus daun jati disebut lebih segar, tidak mudah menimbulkan bau amis, dan terasa lebih empuk saat dimasak.

“Nanti daging kurban kami bagikan kepada sekitar 300 warga di RT 1, RT 10, RT 11, dan RT 14, serta masyarakat yang membutuhkan di luar lingkungan kami,” tambahnya.

Baca Juga : Perumda Jasa Yasa Pindah Loket Pantai Ngliyep Agar Wisatawan Tak Beli Tiket Ganda

Sementara itu, proses penyembelihan hewan kurban turut mendapat pemeriksaan kesehatan dari tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Tim melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan kondisi hewan serta kelayakan daging untuk dikonsumsi.

Anggota tim kesehatan, drh. Dimas Haryo Kuncoro, mengungkapkan sempat ditemukan cacing pada bagian hati kambing. Namun bagian yang terjangkit langsung dipotong dan dibuang sehingga daging secara keseluruhan tetap aman dikonsumsi masyarakat.

“Bagian yang tidak layak langsung kami buang dan tidak ada kerusakan parah. Secara umum daging masih aman untuk dikonsumsi,” tandasnya.