Viral Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu, Pemilik Brand Buka Suara

05 - May - 2026, 05:15

Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang terlihat memakaikan sepatu kepada siswa SR. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat di Jawa Timur tengah menjadi perhatian publik. Munculnya isu ini terjadi setelah nilai anggaran per pasang sepatu disebut mencapai Rp 700 ribu, sementara produk serupa dari brand lokal diklaim dijual jauh lebih murah.

Perdebatan ini mencuat usai beredarnya dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Sosial (Kemensos) Tahun Anggaran 2026 yang tercantum dalam sistem SiRUP.

Baca Juga : Rapat Paripurna LKPJ Wali Kota Batu Tahun 2025, DPRD Soroti SiLPA Tinggi hingga Evaluasi Proyek Mangkrak 

Dalam dokumen tersebut, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 27.541.500.000 untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat.

Jika dihitung, anggaran itu setara dengan sekitar Rp 700 ribu per pasang sepatu. Angka ini kemudian memicu reaksi di media sosial, terlebih setelah beredar foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang terlihat membagikan sepatu kepada siswa. Produk dalam foto itu disebut-sebut berasal dari brand lokal asal Surabaya, Stradenine.

Menanggapi ramainya hal ini, pemilik Stradenine, Reynaldi Daud, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proyek pengadaan sepatu tersebut.

“Foto produk yang beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu artikel kami, dengan harga Rp 179.900. Namun, Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan,” tulisnya. 

Reynaldi menjelaskan, selama ini brand yang ia kelola memang memproduksi sepatu dengan harga terjangkau, yakni berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per pasang. Rentang harga tersebut dinilai jauh berbeda dari angka yang ramai diperbincangkan publik.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga memberikan penjelasan. Ia membantah anggapan bahwa sepatu yang dibagikan dalam foto tersebut merupakan bagian dari pengadaan resmi Kemensos.

“Saya juga tahu itu ada di medsos, foto yang saya memberikan sepatu bersama ibu Khofifah. Itu sepatu yang diberikan oleh Bu Khofifah, bukan oleh Kementerian Sosial. Beda jauh (kualitasnya). Bukan standar dari sekolah rakyat,” kata Gus Ipul, dikutip Selasa (5/5/2026). 

Menurutnya, sepatu yang dibagikan dalam momen tersebut merupakan bantuan khusus dari Gubernur Jawa Timur, bukan bagian dari proyek pengadaan pemerintah pusat. “Jadi bukan itu sepatu yang dimaksud. Itu bukan pengadaan dari Kemensos,” ujarnya.

Baca Juga : Kabar Baik! Subsidi Mobil dan Motor Listrik 2026 Segera Cair, Ini Rinciannya

Gus Ipul juga memaparkan bahwa angka Rp 700 ribu merupakan pagu anggaran, bukan harga pasti pembelian. Ia menyebut harga realisasi di lapangan bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 640 ribu tergantung jenis sepatu.

Adapun jenis sepatu yang masuk dalam pengadaan cukup beragam, meliputi sepatu PDL siswa, sepatu PDH untuk SD hingga SMA, sepatu olahraga untuk siswa dan guru, hingga sepatu harian. Bahkan, dalam paket tersebut juga sudah termasuk kaos kaki.

Berikut rincian pagu anggaran per item:
• Sepatu PDL siswa: Rp 700 ribu
• Sepatu PDH SMP dan SMA: Rp 700 ribu
• Sepatu PDH SD: Rp 700 ribu
• Sepatu olahraga: Rp 500 ribu
• Sepatu PDH guru: Rp 700 ribu
• Sepatu harian SD: Rp 500 ribu
• Sepatu harian SMP dan SMA: Rp 500 ribu

Sementara harga realisasi pengadaan disebut berada di bawah pagu tersebut:
• Sepatu PDL siswa: Rp 640 ribu
• Sepatu PDH SMP dan SMA: Rp 610 ribu
• Sepatu PDH SD: Rp 590 ribu
• Sepatu olahraga: Rp 447 ribu
• Sepatu PDH guru: Rp 625 ribu
• Sepatu harian SD: Rp 250 ribu
• Sepatu harian SMP dan SMA: Rp 300 ribu

Hingga kini, isu ini masih menjadi sorotan publik. Sebab isu ini terkait dengan transparansi anggaran dan pengadaan barang untuk program pemerintah.