Wali Kota Eri Tetapkan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
A Yahya
30 - Apr - 2026, 10:28
JATIMTIMES - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong tranformasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu Kota Pahlawan. Tujuannya, agar posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, akan tetapi juga terintegrasi dengan pelayanan pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum dan bina marga, serta lainnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat mengunjungi Posyandu Wethan Ceria di RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, pada Rabu (29/4/2026). Posyandu ini terpilih sebagai percontohan karena keberhasilannya dalam integrasi data 6 SPM.
Baca Juga : Gebrakan Sekwan Jatim Ali Kuncoro: Bawa Sekretariat DPRD Jatim Masuk Kelompok Elit Lembaga Transparan
“Posyandu ini jalan setiap bulan di seluruh Surabaya, ini tidak hanya untuk anak-anak dan bayi, tapi terkait 6 SPM. Mulai dari urusan sosial hingga perumahan rakyat, semua datanya terintegrasi,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri menjelaskan, bahwa seluruh data dari Posyandu ini langsung terintegrasi dengan aplikasi Sayang Warga dan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Sistem ini memudahkan pemerintah kota (Pemkot) untuk melakukan intervensi lebih tepat sasaran berbasis klaster.
“Kita bisa melihat klaster di mana ada bayi kekurangan gizi, atau klaster lansia yang tinggal sendiri nanti bisa kelihatan di situ. Maka inilah yang menjadi kekuatan kita dan kekuatan itu ada di RW-nya. Saya berterima kasih kepada pengurus RW dan Kader Surabaya Hebat (KSH) yang luar biasa,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, kreativitas Ketua RW 01 dan kader KSH Manukan Lor juga layak diacungi jempol. Karena, Ketua RW 01 dan KSH Manukan Lor rela menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk memberikan hadiah bagi lansia yang datang paling awal dan bayi yang berat badannya naik secara konsisten di Posyandu Wethan Ceria. Cak Eri menilai pergerakan masyarakat ini merupakan wujud nyata dari konsep Kampung Pancasila yang sesungguhnya.
“Ternyata KSH-KSH sama Pak RW-nya itu (menyisihkan) apa yang didapat dari pemerintah kota diambil ditabung untuk menjadi ini (hadiah). Seperti yang selalu saya katakan, Surabaya ini yang gerak masyarakatnya, bukan hanya pemerintahnya,” ungkap Cak Eri.
Baca Juga : Buka Diskotek, Casbar Diprotes Warga, DPRD Surabaya Tegaskankan Harus Penuhi Izin Dahulu
Oleh karena itu, Cak Eri menambahkan, kemandirian warga RW 01 Manukan Lor juga patut dicontoh oleh warga lainnya di Kota Surabaya. Selain berhasil dalam urusan pelayanan dasar, wilayah ini juga telah menjalankan program pemilahan sampah organik untuk dijadikan pelet pakan ternak dan ikan.
Sebagai tindak lanjut, Cak Eri berencana kembali mengunjungi wilayah tersebut pada Minggu malam, untuk berdiskusi santai di Kampung Jepang guna mematangkan konsep Kampung Pancasila di wilayah tersebut. “Surabaya ini yang gerak masyarakatnya, pemerintah menjadi dirigennya. Saya ingin membentuk karakter 'Arek Surabaya' yang tangguh. Termasuk mengajak Gen-Z untuk terlibat aktif agar mereka tidak menjadi generasi yang lemah di masa depan,” pungkasnya.
