Hadiri Tradisi Ulur-Ulur, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Harap Jadi Destinasi Wisata Kelas Nasional

Reporter

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

24 - Apr - 2026, 05:35

Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadiri upacara adat Ulur-Ulur di Buret. (Foto : Soim for Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi atas terselenggaranya upacara adat tradisi Ulur-Ulur. Tradisi ini merupakan warisan leluhur dan rutin digelar di Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jumat (24/04/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia khususnya dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tradisi adat ini. 

Baca Juga : Terkait Kasus Pokir, Pemkab Magetan Serahkan Kasus Ketua DPRD pada Ketentuan Hukum

"Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kami bisa hadir dan berkumpul bersama dengan masyarakat kasepuhan Sendang Tirto Mulyo untuk ikut mengungkapkan puji syukur atas nikmat dan karunia Tuhan Semesta Alam yang telah melimpahkan kepada kita berupa air mengalir tiada henti dari Telaga Buret," ucapnya. 

Air Telaga Buret, menurut Ahmad Baharudin, sangat bermanfaat untuk mengairi persawahan di Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping. Sehingga, petani tidak khawatir terhadap kekeringan dan mendapat hasil panen yang baik, sepanjang tahun. 

Tradisi Ulur-Ulur telah menjadi adat ditengah masyarakat sejak puluhan tahun lalu dan rutin digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan jawa.

"Adat tradisi Ulur-Ulur menjadi kearifan lokal yang seharusnya kita jaga, lestarikan dan tingkatkan peran fungsinya untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya. 

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan senantiasa memberikan dukungan atas terselenggaranya upacara adat tradisi Ulur-Ulur tersebut.

Baca Juga : Mei 2026 Penuh Tanggal Merah! Ini Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Peluang Long Weekend

"Kami berharap Telaga Buret dan tradisi Ulur-ulur lebih berdaya guna menjadi salah satu destinasi wisata alam dan wisata budaya di Kabupaten Tulungagung sehingga lebih dikenal, baik tingkat Kabupaten Tulungagung maupun nasional," ujar dia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam tradisi Ulur-Ulur dilaksanakan upacara sedekah bumi dengan ritual memandikan dua patung Joko Sedono dan Dewi Sri serta melempar kembang tujuh rupa ke tengah telaga.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, jajaran Forkopimca Campurdarat, tokoh adat dan tokoh masyarakat sekitar.