Dinsos-P3AP2KB Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Bullying, Wujud Nyata Sukseskan Ngalam Santun

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

10 - Feb - 2026, 04:49

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko (tengah) didampingi Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Atiyatul Husna bersama para peserta sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying di Regent's Park Hotel Malang, Selasa (10/2/2026). (Foto: Dok. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying selama dua hari dengan melibatkan 249 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan maupun stakeholder terkait. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying ini menghadirkan berbagai narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. 

Baca Juga : Demi Kemandirian, Program RT Berkelas Diusulkan untuk Bentuk BUMRT

Untuk hari pertama pada Selasa (10/2/2026) melibatkan 141 peserta dari perwakilan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, lembaga pemerhati perempuan dan anak, serta lembaga sosial dengan menghadirkan tiga narasumber. Yakni Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kota Malang Hanif Hartadi, Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) Bidang Bimbingan Konseling Multibudaya Prof. Dr. Muslihati, serta motivator yang merupakan founder sekaligus master trainer Amazing Plus Indonesia Rian Priyo Hardi. 

Sedangkan untuk hari kedua pada Rabu (11/2/2026) melibatkan 108 peserta yang berasal dari usulan pokok pikiran Anggota DPRD Kota Malang Donny Victorius dan usulan Musrenbang Kota Malang Tahun 2025. Di mana di hari kedua akan menghadirkan tiga narasumber di antaranya Kanit PPA Polresta Malang Kota Iptu Khusnul Khotimah, Kepala UPT Bimbingan Konseling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Cahyaning Suryaningrum, serta facilitative trainer CV. Synergy-Training and Consultancy Dedy Istanto. 

"Hal ini menunjukkan bahwa isu bullying merupakan persoalan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah bersama seluruh elemen sosial," ungkap Donny dalam sambutannya, Selasa (10/2/2026). 

Donny menjelaskan, kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying ini merupakan bagian dari upaya nyata dari Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yaitu Ngalam Santun. 

"Program ini menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, produktif, serta mampu menggerakkan modal sosial menuju masyarakat yang inklusif dan berkeadaban. Bullying merupakan tindakan yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai tersebut," ujar Donny. 

Mantan Camat Kedungkandang itu menuturkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin membangun budaya saling menghargai, saling menghormati dan saling melindungi, terutama di lingkungan anak dan remaja. 

"Upaya pencegahan bullying bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Kota Malang agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat sesuai semangat Ngalam Santun," jelas Donny. 

Pejabat publik yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas (sekarang Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan) Sekretariat Daerah Kota Malang ini menegaskan, tindakan ullying bukan lagi sekadar kenakalan biasa. 

Menurutnya, saat ini, bullying telah menjadi fenomena sosial yang dapat terjadi di mana saja. Mulai dari lingkungan sekolah, pergaulan, media sosial, bahkan dalam lingkup keluarga. Terdapat beberapa dampak dari bullying. Di antaranya gangguan psikologis, menurunnya rasa percaya diri, terganggunya prestasi belajar, hingga trauma berkepanjangan yang dapat memengaruhi masa depan anak dan remaja.

Baca Juga : Pengurus IMI Kota Blitar Dilantik, Wali Kota Mas Ibin Dorong Ekonomi Kreatif Otomotif dan Sport Tourism

Ia mengatakan, Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa yang datang ke Kota Malang untuk menimba ilmu menjadikan bullying sebagai tantangan yang semakin kompleks. 

"Perkembangan teknologi informasi juga membuat bentuk-bentuk bullying semakin beragam, termasuk cyberbullying yang kerap terjadi tanpa batas ruang dan waktu," kata Donny. 

Lebih lanjut, melihat kondisi seperti itu, menurut Donny kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying sangat penting untuk digelar untuk memperkuat pemahaman, kepedulian, serta kapasitas semua pihak dalam mencegah dan menangani bullying secara tepat.

Sementara itu, keberagaman latar belakang dari 249 peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying selama dua hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap isu bullying tidak mengenal batas organisasi maupun kelompok. Malahan menurut Donny, keberagaman latar belakang dari ratusan peserta merupakan kekuatan yang luar biasa bagi Pemkot Malang dalam hal ini Dinsos-P3AP2KB.  

Pihaknya berharap, para peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Donny mengajak semua pihak untuk menjadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun lingkungan yang aman dan ramah anak, mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekitar,  mendampingi anak-anak dan remaja yang menjadi korban, serta menyebarluaskan nilai-nilai empati, toleransi dan saling menghargai.

"Pemerintah Kota Malang tidak dapat bekerja sendiri. Pencegahan bullying memerlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi masyarakat dan komunitas pemuda. Kehadiran Bapak/Ibu semua hari ini adalah bukti nyata bahwa kita memiliki kepedulian yang sama untuk melindungi generasi muda Kota Malang," tutur Donny. 

Selain itu, pihaknya juga berharap melalui kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan bullying ini dapat terbangun jejaring yang semakin kuat, muncul gagasan-gagasan kreatif, serta lahir langkah nyata bersama untuk menjadikan Kota Malang sebagai kota yang aman, ramah anak dan bebas dari bullying.