Tak Sekadar Rayakan HPN, Wartawan Lamongan Hadir Langsung Bantu Warga Lewat Baksos dan Pelayanan Gratis
Reporter
Defit Budiamsyah
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Feb - 2026, 06:19
JATIMTIMES - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026 dan dirangkai dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 di Kabupaten Lamongan, digelar dengan acara tasyakuran dan bhakti sosial di Balai Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame.
Berbagai pelayanan disediakan kepada masyarakat secara gratis, antara lain pelayanan administrasi kependudukan yang bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), layanan kesehatan bersama Puskesmas Sukorame, layanan SIM bersama Satlantas Polres Lamongan dan layanan STNK kendaraan bermotor bersama Samsat Lamongan serta layanan perijinan UMKM.
Baca Juga : Libur Imlek 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Cuti Bersama, Long Weekend, dan Tips Memanfaatkannya
Kegiatan pagi itu juga diwarnai dengan khitanan massal gratis yang diikuti oleh 32 anak dari beberapa kecamatan di Kabupaten Lamongan yang ditangani oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngimbang. Selain itu juga dilakukan pembagian sembako kepada kaum dhuafa dari anggota DPR-RI fraksi Golkar, Ahmad Labib, serta pembagian bibit pohon kepada sejumlah petani hutan dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir dalam acara pagi itu menyampaikan apresiasi kepada pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan dan menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata wartawan yang tidak hanya berperan menyampaikan informasi, namun hadir langsung ditengah masyarakat.
“Melalui bakti sosial ini, wartawan menjadi lebih dekat dengan masyarakat, lebih memahami kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan sesuatu yang berharga. Ini menunjukkan bahwa PWI dan wartawan Indonesia memiliki tugas yang mulia,” ungkap Bupati tang akrab disapa Pak YES itu, Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut, Pak Yes mengatakan bahwa insan pers mampu menjadi penyemangat, motivasi, dan inspirasi bagi masyarakat. Meski pers juga memiliki peran kritis sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
“Kadang-kadang wartawan juga memberitakan hal-hal yang kritis. Itu penting agar kita bisa saling mengontrol, saling mengetahui kekurangan. Namun pada dasarnya, hati nurani wartawan adalah memuliakan informasi demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menyampaikan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi momentum refleksi bagi insan pers, khususnya di tingkat daerah. Ia mengakui di tengah masyarakat masih terdapat stigma negatif terhadap profesi wartawan akibat ulah oknum yang mengatasnamakan pers.
“Ketika kita bicara pers hebat, kita harus jujur melihat realitas di lapangan. Di masyarakat, termasuk di Desa Kedungkumpil ini, nama wartawan sering tercoreng oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat kerap menyamaratakan perilaku tersebut dengan seluruh wartawan, padahal tidak semua yang mengaku wartawan benar-benar menjalankan profesi jurnalistik secara profesional dan beretika.
“Semua tahu, wartawan Lamongan yang benar-benar tergabung di PWI jumlahnya sekitar 25 orang. Tidak semua yang sering datang ke balai desa atau sekolah-sekolahan itu wartawan PWI,” jelasnya.
Baca Juga : Hangatnya HPN 2026 di Banyuwangi, Polisi dan Wartawan Duduk Bareng Bahas Peran Pers di Era Digital
Menurutnya, kondisi tersebut membuat nama wartawan yang profesional justru menjadi minor di tengah masyarakat. Oleh karena itu, PWI Lamongan berupaya memperbaiki citra dan marwah pers melalui kegiatan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga.
Ketua PWI Lamongan berharap, melalui kegiatan tersebut, masyarakat semakin memahami peran pers yang sesungguhnya, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap wartawan yang bekerja sesuai kode etik jurnalistik.
Sebagai tuan rumah, Kepala Desa Kedungkumpul, Angely Emitasari, juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan bakti sosial dan pelayanan publik. Menurutnya, kehadiran insan pers di desa menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara wartawan dan masyarakat.
“Kami dari Pemerintahan Desa Kedungkumpul sangat mendukung program ini, harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut demi memberikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Angel.
Sebelumnya PWI Lamongan telah menggelar beberapa rangkaian acara peringatan HPN 2026, seperti pengobatan mata gratis dan lomba senam kreasi yang diikuti oleh ratusan pesenam di seluruh Kabupaten Lamongan.
Rencananya rangkaian HPN akan dilanjutkan dengan pelatihan jurnalistik dan pada Kontes Lele Lamongan (KOLELA) pada puncak acara.
