Gudang Penyimpanan Tembakau Jadi Sentra Ekonomi Petani di Rayung Senori Tuban

Reporter

Ahmad Istihar

Editor

A Yahya

31 - Jul - 2023, 03:35

Proses kegiatan Perajangan Daun Tembakau Jenis Codong di Gudang Penyimpanan Tembakau di Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban (30/07/2023)(Foto Ahmad Istihar/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aktivitas Pemanfaatan gudang penyimpanan tembakau dilakukan oleh pemuda tani milenial di Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

Memasuki musim panen tembakau, tahun ini berbeda dirasakan para petani di kecamatan Senori. Pasalnya, kini Mereka tidak perlu jauh - jauh dalam menjual hasil panen daun tembakau jenis Codong ke luar kota.

Baca Juga : MFC 2023 Dongkrak Pamor Wisata Kajoetangan Heritage sekaligus Perekonomian

Sebab,Kelompok tani milenial yang tergabung ke wadah bernama "Cahyo Santoso Tobacco", telah menyerap hasil panenan daun tembakau yang di hasilkan petani setempat.

Dikisahkan oleh TNI AL Koptu Marinir Santoso yang bertugas di Batalion 1 Marinir Surabaya, saat dirinya pulang kampung dari tugas dinasnya, Dia melihat potensi adanya bangunan gudang penyimpanan tembakau, yang kosong pengelolaan dan tak digunakan pemanfaatan oleh kelompok petani.

Sehingg kemudian,Santoso mengajak para pemuda desa Rayung, seperti Cahyo, untuk memutuskan meminta izin kepada pemerintah desa Rayung perihal pengelolaan gudang penyimpanan tembakau bantuan hibah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban. Dijadikan sentral ekonomi atau penyerapan hasil panen tembakau untuk kemudian di olah atau dirajang.

Koptu Mar Santoso menyebutkan dirinya tergugah dengan delapan wajib TNI diantaranya, anggota harus menjadi contoh atau mempelopori kesulitan rakyat di sekelilingnya seperti potensi pertanian permasalahan klasik kerap muncul menghantui petani tembakau saat panen tiba.

"Harga jual tembakau misalnya. Saat panen harga tembakau turun, kemudian penyerapan dan mekanisme sistem jual hasil pertanian, kondisi kerap momok bagi petani tembakau di Kecamatan Senori," ceritanya. 

Sebab itu, dirinya bersama pemuda milenial menginisiasi memanfaatkan gudang penyimpanan tembakau, untuk dijadikan sentra tengkulak (kulaan) hasil panen tembakau petani. 

"Penyerapan hasil panen tembakau dari petani nantinya kita olah,baru kita pasarkan,"harapnya 

Bermodalkan sumber daya manusia 20 orang. Kelompok ini mulai beraktivitas mengolah daun tembakau mulai bagian gegeh (sisir) gagang daun,setelah itu dirajang lewat mesin perajangan. Kemudian, dijemur lalu bagian pengkemasan (pac) sampai terakhir pemasaran.

"Kalau proses dari sisir, penjemuran sampai menjadi produk perajangan siap dipasarkan butuh waktu dua Minggu," imbuh Koptu Mar Santoso kepada awak media.

Ia menambahkan bahan baku daun tembakau basah di dapat dari petani sekitar saat ini di pasaran pada daun bagian bawah dan tengah kisaran Rp 3000-4000 ribu perkilo. 

Sedangkan kapasitas produksi perajangan tembakau di gudang Cahyo Santoso Tobacco, quota 1 ton tembakau basah, bila di produksi menghasilkan tembakau kering seberat 170 kilo gram.

"Kalau Top daun Tembakau (daun paling atas) produksi 1 ton menghasilkan tembakau kering 220 kg,dengan presentasi harga jual ke perusahaan Rp 45 ribu perkilo,"sambungnya 

Baca Juga : Synergy of Harmony, KNPI Rayakan Ulang Tahun Emas di Kabupaten Blitar dengan Panggung Rakyat

"Tetapi kalau harga tembakau mahal atau bagus di pasaran, petani bisa panen (petik) 7 kali," tambahnya 

Diketahui masa tanam tembakau, yang dimulai bulan Maret atau April di kecamatan Senori, tiba musim panen dilakukan pertengahan bulan Agustus sampai puncaknya bulan September. Dalam masa tanam usia 85 hari dan proses panen atau petik daun tembakau Codong dapat di petik 5 sampai 6 kali dalam satu tangkai.

Ditempat sama,Tim ahli Cahyo Santoso Tobacco Busono berharap gudang penyimpanan tembakau yang di kelola kelompok pemuda tani milenial akan bisa menyerap hasil panen tembakau petani di wilayah kecamatan Senori.

"Harap kami gudang Cahyo Santoso Tobacco akan menjadi tempat atau sentra jual - beli tembakau Codong petani sini."jelasnya 

Terpisah Kades Rayung Sutomo mengatakan bahwa, mengapresiasi dengan memanfaatkan gudang penyimpanan tembakau oleh kelompok pemuda desa, yang diharapkan mampu mandiri ujung tombak ekonomi kreatif inovatif berpenghasilan halal. Selain itu,Pemdes juga terbantu adanya pendapatan seiring perkembangan usaha perajangan tersebut.

"Terpenting ini menjadi pembelajaran terjun ke dunia perdagangan yang nantinya bisa membawa warga desa rayung khususnya meningkatan kesejahteraannya," tuturnya.

Sutomo menyebutkan adanya pengelolaan aset dana hibah DBHCHT Tuban tentunya bangunan penyimpanan tembakau tidak sia-sia.

"Kiranya gudang tembakau tidak sia - sia (DBHCHT) yakni membantu kelompok tani desa serta mendongkrak harga tembakau petani," tutup Sutomo

Data diterima JatimTIMES,com, pada Minggu (30/07/2023) sore,dari Balai Penyuluh Pertanian Senori, pertanggal 30 Juni, tercacat ada lahan tanam tembakau 735 hektare area di Senori.(*)