Wayang Potehi Jombang Bakal Mentas di Belanda September Mendatang

Reporter

Adi Rosul

14 - Jun - 2022, 02:46

Wayang Potehi Gudo, Jombang. (Foto : Adi Rosul/JombangTIMES)

JATIMTIMES - Kesenian wayang potehi Gudo, Jombang mendapat kesempatan pentas pada acara Festival Tong Tong di Den Haag, Belanda September 2022 mendatang. Nantinya, pementasan kesenian asli Tiongkok yang dimainkan oleh warga kota santri ini akan ditonton oleh 80.000 orang di negeri kincir angin.

Undangan pementasan di Belanda diterima oleh pimpinan kesenian Wayang Potehi Gudo Toni Harsono pada Maret 2022 lalu. Undangan datang langsung dari Manajer Hubungan Internasional Tong Tong Fair Arnaud Kokosky Deforchaux.

Baca Juga : Karyawan Indah Plywood Bondowoso Gelar Demonstrasi, Tuntut Gaji Dibayar

Dikatakan Toni, grup Wayang Potehi Gudo yang dinamai Fu He An itu awalnya dikenalkan oleh temannya yang seorang peneliti wayang potehi asal Yogyakarta, Dr Antonius Suparno kepada pihak Tong Tong Fair.

Antonius yang juga tim Tong Tong Fair yang ditunjuk dari Belanda menjelaskan seputar hasil penelitiannya terhadap kesenian Wayang Potehi Gudo yang pernah ditelitinya. Dari situ pihak Tong Tong Fair tertarik untuk mengundang kesenian Wayang Potehi Gudo yang dipimpin oleh Toni.

"Awalnya saya ditelpon teman saya dari Yogyakarta Mas Anton itu. Dia termasuk tim tong Tong Fair yang ditunjuk dari Belanda. Dikabari kalau ada undangan main ke Belanda. Mas Anton ini orang yang dekat dengan Tong Tong Fair, dia peneliti Wayang Potehi juga," terangnya saat ditemui wartawan di Museum Potehi Gudo, Jalan Raya Wangkal Gudo, Desa/Kecamatan Gudo, Jombang, Selasa (14/06/2022).

Tong Tong Fair merupakan event tahunan yang menampilkan festival budaya, pameran dan festival makanan. Acara yang digelar pada 1-11 September 2022 di Den Haag, Belanda itu bertujuan untuk mempromosikan seni dan budaya Eurasia, Asia Tenggara dan Pasifik.

Festival Tong Tong tersebut nantinya akan menyuguhkan 200 pertunjukan yang tersebar di 11 panggung pada lahan seluas 20.000 meter persegi. Acara tersebut juga dipastikan akan menyedot pengunjung sebanyak 80.000 orang.

Baca Juga : Angin Kencang Sapu Satu Desa di Jombang, 7 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

Dikatakan Toni, event yang sebegitu besar pastinya membutuhkan persiapan yang cukup banyak. Selain persiapan perangkat wayang potehi dan yang memainkan, persiapan dana berangkat ke Belanda juga menjadi masalah utama.

Betapa tidak, untuk kebutuhan mentas ke negeri kincir angin selama 12 hari membutuhkan dana sebesar Rp 350 juta. Anggaran tersebut untuk berangkat pulang pergi 9 orang dan biaya kebutuhan selama di Belanda. "Untuk 9 orang itu membutuhkan dana sekitar Rp 350 juta," kata Toni.