Awas! 21 Kecamatan di Jombang Berada di Zona Merah
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - Dec - 2020, 12:09
Kasus covid-19 di Kabupaten Jombang kian bertambah setiap harinya. Hingga saat ini, kasus covid-19 di kota santri telah meluas hingga tersebar di seluruh kecamatan.
Berdasarkan data update kasus covid-19 di laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang hari ini, tercatat ada 1.772 kasus covid-19 secara akumulatif. Yakni terdiri dari 105 orang dirawat, 1.465 orang sembuh dan 202 orang meninggal.
Baca Juga : Ibu dan Anak di Tulungagung Meninggal Akibat Covid-19
Data tersebut bertambah dari hari sebelumnya. Yaitu sebanyak 1.756 kasus covid-19 secara akumulatif. Di mana 109 orang dirawat, 1.449 dinyatakan sembuh dan 198 meninggal dunia.
Pada data Dinkes Jombang juga terlihat persebaran covid-19 cukup meluas. Dari 21 kecamatan di Jombang seluruhnya memiliki kasus terkonfirmasi positif covid-19. Peta di 21 kecamatan tersebut juga menunjukkan zona merah, artinya persebaran covid-19 dalam taraf risiko tinggi.
Menanggapi hal itu, Sekda Jombang Akhmad Jazuli mengatakan, pihak pemerintah terus menggenjot upaya pencegahan dan penanganan covid-19 hingga ke tingkat bawah.
"Terkait meningkatnya covid-19 sebaran merah ini, kami berupaya untuk pencegahan, bagaimana agar masyarakat sadar kalau covid-19 itu ada," terangnya saat diwawancarai sejumlah wartawan di kantor Pemkab Jombang, Senin (14/12).
Sebagai upaya pencegahan, Sekda sudah memerintahkan aparat pemerintahan di tingkat kecamatan hingga desa. Pihaknya juga terus bersinergi dengan aparat dari TNI dan Kepolisian untuk melakukan Operasi Yustisi dan Nonyustisi.
Baca Juga : Kota Batu Turun Status Jadi Zona Oranye Setelah 6 Hari Zona Merah
Hal tersebut bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan covid-19 di kota santri. "Tokoh-tokoh masyarakat utamanya, baik formal maupun non formal, untuk memberikan imbauan pada masyarakat agar taat protokol kesehatan. Kuncinya supaya covid-19 segera berakhir, yakni disiplin protokol kesehatan," pungkasnya.(*)
