Tradisi Nyleneh di Dunia, Demi Puja Dewa Pesta Seks Gilapun Digelar

17 - Dec - 2018, 03:08

Screenshot Video (Sumber: youtube)

Banyak budaya dari penjuru dunia yang biasanya memiliki perayaan yang khas dan menarik. Di beberapa daerah Indonesia ada budaya melarung atau memindahkan jasad kerabat yang sudah meninggal, di Spanyol ada perayaan La Tomatina yang merupakan perang tomat terbesar se dunia. 

Festival Holy, festival warna pada saat musim semi di India Nepal dan Bangladesh.

Bicara soal festival atau pesta, biasanya yang tergambarkan di benak adalah suasana meriah dengan banyak orang berkumpul jadi satu untuk merasakan euforia yang sama.

Tapi apakah pembaca setia MalangTIMES tahu ada festival tertentu yang disertai ritual atau hal-hal aneh bahkan hingga tindakan mesum.

Hal ini bukan terjadi pada zaman sekarang saja, karena festival aneh, bejat, cabul pernah terjadi bahkan menjadi rutinitas di suatu tempat pada zaman dulu. Anehnya, pesta atau festival ini ada yang merupakan bagian dari ritual pemujaan dewa, konon hal itu dianggap suci. Akibatnya, orang yang melakukannya tidak merasa bersalah walaupun melakukan perbuatan amoral secara ramai-ramai.

Berikut MalangTIMES akan ulas beberapa pesta atau festival yang bejat, nyleneh, cabul dan aneh pada zaman dahulu.

1. Bacchanalia


Pesta atau festival ini terkenal pada zaman Babelonia yang terjadi pada 186 SM. Pesta ini dilakukan sebagai perayaan untuk memuja Dewa Thamus yang merupakan dewa perlambangan cinta dan simbol kesuburan.

Bacchanalia ini diadopsi dari bangsa Yunani kemudian dijadikan sebagai bagian dari ritual agama. Pada pelaksanaannya, Bacchanalia menjadi ajang pesta mesum yang dilakukan secara ramai-ramai, dalam pemujaan dewa kesuburan ini para pesertanya akan berhubungan intim secara massal.

Di acara tersebut tidak ada aturan khususnya, siapa boleh ikut. Disana bebas memilih pasangan yang ingin diajak berhubung intim ataupun berganti pasangan ketika merasa bosan dengan pasangan sebelumnya.

Dalam pesta tersebut juga diharapkan para remaja putri bisa melepaskan keperawanannya dengan sukarela dan tanpa penyesalan sedikit pun. Hal itu terjadi karena saat itu mereka menganggap perbuatan benar dan bahkan bisa mendatangkan keberkahan.

Selain pesta seks liar yang menjadi menu di Bacchanalia, biasanya orang-orang akan menari dan bernyanyi sambil menenggak Wine atau minuman keras sebagai pelengkapnya. Ketika itu semua bersenang-senang dalam candu minuman keras dan nafsu dunia.

Awalnya, pesta ini diselenggarakan secara rahasia atau diam-diam dan hanya boleh dihadiri oleh wanita saja pada sekitar tanggal 16 atau 17 Maret siang hari. Tapi tidak lama kemudian, para pria juga bisa merasakan pesta yang dilakukan lima kali dalam sebulan itu.

Orang-orang di festival itu berbagai macam status sosial, usia dan jenis kelamin diperbolehkan hadir dan menikmati pesta tersebut.

2. Beltane


Festival tersuci kedua yang berada di kawasan Keltic atau bangsa Viking untuk merayakan hari pertama musim panas sebagai pemberi kehidupan dan kesuburan.

Festival ini lumayan nyleneh, dalam festival ini biasanya sejumlah api unggun besar dinyalakan dan ternak digiring di antara api-api itu sebagai cara untuk mencari berkah dan juga pensucian hewan-hewan ternak.

Alih-alih ritual yang bertujuan untuk mensucikan hewan ternak dan mensucikan diri, dalam ritual ini juga terdapat ritual sampingan yang berujung pada tindakan mesum.

Biasanya setelah selesai memutari api unggun, para anggota suku Viking akan melanjutkan Beltane dengan ritual berhubungan intim secara masal yang boleh dilakukan oleh siapapun dan dengan siapapun.

Meskipun belum jelas dengan pastinya bagaimana ritual pesta mesum ini digelar, tapi ada satu aturan yang wajib dipatuhi.

Yaitu mereka wajib bercinta di depan api unggun yang telah menyala, sedangkan untuk pemilihan pasangan tidak ada aturan tertentu.

Boleh pilih sendiri atau secara acak atau cap cip cup kuda lari kuncup, itu terserah pilihan masing-masing tidak masalah jika pria dan wanita tidak saling mengenalpun.

Pada malam Beltane semua pria adalah dewa dan semua wanita adalah dewi, kadang-kadang Ratu Mei dan Raja Mei pun dipilih untuk peran erotis dalam upacara suci atau untuk meniru pernikahan dewa dan dewi dalam iringan non sexual di hadapan seluruh warga desa.

Dimasa sekarang ini Deltane masih dirayakan di seluruh dunia, tapi hal-hal yang berbau seksual sudah dihapus.

3. Parti Ala Bangsa Mesir Kuno 


Mesir dikenal juga sebagai bangsa beradapan yang memiliki sejarah cukup tua dan kental akan kemewahannya.

Dan tentunya kita juga tidak bisa melupakan peradaban mesir kuno saat kita membahas pesta-pesta mesum dan amoral. Selain juga terkenal dengan pesta atau festival-festival mereka yang terkenal gila.

Pada masa itu bangsa mesir kuno juga terkenal dengan kebiasaan mereka untuk melakukan perkawinan sedarah atau inces yang dimana sudah hal biasa seorang ayah menikahi putrinya sendiri ataupun sebaliknya dimana ada anak yang menikahi ibunya sendiri.

Tapi diantara semua kegilaan tersebut, mungkin yang paling mesum dan amoral adalah adanya festival khusus yang dimana orang-orang aayang menghadiri pesta itu bebas untuk minum-minuman keras dan juga berhubungan intim dengan siapapun yang dia mau.

Festival ini sendiripun biasanya akan diadakan sewaktu bangsa mesir kuno ingin melakukan penghormatan pada dewa tertinggi mereka yaitu Ra & Seckmet.

Di dalam acara yang konon sangat sakral ini semua orang bebas bercinta dan minum-minuman kesukaan mereka sepanjang malam sampai terbitnya matahari atau sampai ketemu pagi.

Bukti kegilaan pesta ini sendiri bisa dilihat dari catatan sejarah yang konon menyebutkan jika sehabis acara pesta ini selesai biasanya orang-orang mesir banyak yang terbangun di jalanan kota.

Bahkan beberapa di antara mereka banyak yang masih posisi bercinta sehabis berpesta pora semalaman suntuk.

4. Pesta Nyleneh Perancis 


Dengan berakhirnya masa cengkraman teror atau renof teror Kota Paris dilanda pesta gila-gilaan. Warga Paris yang selamat, yang melalui masa tekanan dan banjir darah bermaksud berayakan ibaratkan keselamatan bagi mereka yang masih bertahan hidup.

Salah satu perayaan yang paling gegap gempita dalam Bal Des Victimes yang juga digelar kaum Aristokrat yang selamat.

Hanya mereka yang nyaris ditebas Jilot dan keluarga dekatnyalah yang boleh datang ke acara ini.

Diacara ini alkohol tersedia tanpa batas sebagai cara melupakan kenangan yang menyakitkan dan mengerikan.

Kebanyakan kaum wanita mengenakan pita berwarna merah rah pada leher mereka, dan mereka yang nyaris terpancung Jelotin memangkas rambut mereka sampai pendek seperti layaknya narapidana.

Selain pesta tersebut ada lagi perayaan Bal De La Veillee yang dikenal sebagai konser mengeong seperti kucing.

Dalam perayaan ini sebuah alat musik dirusak sedemikian hebat, sehingga kunci-kunci nadanya menggerakan bilah-bilah logam.

Sehingga bisa menepuh ekor beberapa kucing secara bersamaan, lalu ada juga perayaan Bals Des Zephirs yang dilakukan dalam taman pemakaman diikuti oleh pasangan- yang menari-nari di atas kuburan.

5. Kronia


Adalah sebuah festival atau pesta kuno yang berasal dari zaman Yunani kuno yang dilakukan pada saat transisi musim panas kemusim dingin. Festival ini diadakan untuk menghormati Cronus pada hari ke 12 dari Hekatombayon, bulan pertama pada kalender atik.

Kira-kira di kalender masehi sekitar akhir Juli atau awal-awal Agustus. Pada saat itu sama sekali tidak ada kematian, sakit dan penyakit, perbedaan sosial, tekanan atau bahkan kelaparan.

Kronia adalah cerminan dari kekuasaan Cronus, sehingga tatanan dalam bermasyarakat di tangguhkan selama pelaksanaan perayaan ini.

Para budak-budam bebas melakukan hal apapun kepada para majikannya dan juga akan mendapatkan perjamuan yang nikmat serta mendapatkan pelayanan yang sangat baik secara beramai-ramai.

Pesta Kronia adalah saat dimana tidak adanya batasan soial untuk sementara waktu dilupakan.

Para budak di bebas tugaskan selama perayaan ini, dan berpartisipasi dalam perayaan secara bersama-sama dengan para majikan mereka.

Dan para budak diizinkan untuk melakukan kerusuhan dan keramaian di dalam kota dan bebas melakukan apapun.

Pembaca setia MalangTIMES, sudah tahu kan beberapa pesta dengan tradisi yang unik? Apa di tempat kalian juga ada yang seperti itu?